SUMENEP, DapurRakyatNews – Trotoar yang seharusnya sebagai sarana khusus untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pejalan kaki di Kota Sumenep kini sudah tidak pada fungsinya.
Apa jadinya jika Trotoar yang semula sebagai fasilitas umum sudah beralih fungsi menjadi tempat parkir liar dan tempat usaha perdagangan.
Tentulah hal tersebut akan mengganggu dan dapat mengancam keselamatan, ketertiban dan kenyamanan pengguna Trotoar.

Seperti yang terjadi disepanjang jalan protokol kota Sumenep, tepatnya di jalan Diponegoro, Jenderal Sudirman, Halim Perdana Kusuma dan Jalan Trunojoyo.
Maraknya Pos jaga dan parkir liar, serta membludaknya barang-barang pemilik toko disepanjang Jalan Trotoar tersebut kerap menimbulkan kemacetan dan keluhan bagi para pejalan kaki.
Pasalnya, alih fungsi Trotoar sangat dikeluhkan oleh para pejalan kaki, karena dinilai tidak ada tindakan penertiban yang serius dari Aparatur Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Terjadinya alih fungsi Trotoar membuat pejalan kaki kesulitan untuk melintas dan terpaksa melewati badan jalan yang seharusnya diperuntukkan kendaraan bermotor, sehingga keselamatan mereka merasa terancam karena ramainya arus lalu lintas di wilayah tersebut.

Ahmad, salah satu pejalan kaki yang juga menilai Trotoar di Kota Keris terkesan ‘car kalacer’ (red, bahasa madura artinya carut marut).
“Iya mas, liat sendiri Trotoarnya dibuat parkiran motor carut marut, terpaksa saya lewat di jalan ini (red, badan jalan raya),” keluh Ahmad. Minggu (11/04/2021)
Af (Inisial), salah satu karyawan toko di Kota Sumenep, mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas di badan jalan seperti itu.
Pada akhirnya banyak pejalan kaki yang terpaksa menggunakan badan jalan raya, sedangkan kendaran bermotor begitu padat di wilayah tersebut.
“Ya gimana lagi mas, gak mungkinlah saya menertibkan, harapan saya ada petugas penertiban, agar trotoar itu tidak dijadikan parkir liar,” ujarnya.
Adi (34), warga setempat mengatakan, dirinya sangat menyayangkan trotoar dijadikan tempat parkir dan tempat pedagang.
Bahkan Adi pun menuturkan, bahwa untuk keluar dari rumahnya sendiri juga kesulitan, padahal, peruntukan Trotoar untuk para pejalan kaki.
“Saya berharap dinas terkait di Kota Sumenep ini menertibkan tempat parkir, masak trotoar di jadikan untuk tempat parkir sepeda motor, itu namanya merampas hak para pejalan kaki,” Kata Adi dengan nada sedikit kesal.
Menurut Adi, akibat alih fungsi trotoar yang dijadikan tempat parkir yang begitu sudah lama, mengakibatkan tidak ada perawatan berkala sehingga menjadi semakin cepat rusak.
“Setahu saya, dibeberapa lokasi terutama didepan rumah dinas Bupati Sumenep, beberapa ruas trotoar rusak parah dan berlubang.
Menurut saya ini tidak elok dipandang, sangat menggangu dan membahayakan para pejalan kaki terutama pada waktu malam hari,” pungkasnya.
Baca Juga : Nelayan Diduga Tenggelam, Mayatnya Ditemukan Seperti Ini
Pewarta: Ferry Saputra
Editor: Tim J.P.K.P
Publisher: Redaktur
#PerjuanganTanpaBatas





Respon (3)