SUMENEP, DapurRakyatNews – Sejumlah 20 orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Sumenep, yang tiba di RIDC (Rumah Isolasi Darurat Covid) Batuan Pada hari sabtu pukul 23.00 WIB, 01 Mei 2021, memaksa agar segera diperbolehkan pulang. Kedatangan mereka dari negeri jiran dijemput oleh armada yang dikirim Pemkab Sumenep ke RIDC Sukolilo, Surabaya.
Saat DapurRakyatNews mendatangi langsung Gedung RIDC di Batuan, Sumenep. Para pahlawan devisa ini sedang bersiap-siap untuk segera pulang, namun di halangi oleh petugas kesehatan yg sedang bertugas karena sesuai peraturan mereka wajib menjalani karantina selama 5 hari sebelum bertemu sanak saudara di kampung halaman.
Para TKI yang sempat melakukan aksi protes dengan cara tidur di selasar dan menolak untuk tidur di kamar yang telah disediakan, dengan alasan kamar RIDC Batuan yang kotor. Seperti yang disampaikan oleh Jamali, perwakilan dari TKI asal Malaysia.
“Semalam kami sampai disini, setelah di cek kondisi kesehatan oleh para petugas, langsug di suruh istirahat di tempat yang ada mas, tanpa ada petunjuk dan pembagian tidur di mana dan pembagian sesuai prokes.
Setelah mencoba masuk ke dalam ruang tidur yang tersedia, kami menolak untuk tidur disana karena kondisinya mirip ruang untuk orang sakit dan sangat kotor sekali.
Kasur berdebu, lantai kotor dan kamar mandi tidak bisa digunakan karena air yg keluar sangat kecil dan toilet nya pecah.” Ungkap Jamali dengan nada meninggi, Minggu 02 Mei 2021.
Awak media kemudian menghubungi Moh. Nur Insan, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Sumenep, melalui panggilan seluler untuk meminta tanggapan terkait para TKI di RIDC Batuan yang memaksa pulang.
“Sesuai instruksi Gubernur Jawa Timur bahwa untuk setiap WNI (Warga Negara Indonesia) yang baru datang dari luar negeri, wajib menjalanin karantina selama 5 hari.
Mereka sudah menjalani karantina di RIDC Sukolilo Surabaya selama 2 hari dan akan menjalani karantina selama 3 hari di RIDC Sumenep.” Jelas Nur Insan.
Ketika ditanyakan tentang fasilitas di RIDC Batuan, yang berdasarkan keterangan dari perwakilan TKI kepada awak media, tidak layak. Nur Insan yang juga Putra Kepulauan menjawab.
“Kami memang bertanggung jawab atas pemeriksaan saudara-saudara yang baru datang dari Malaysia ini. Kemarin mereka sudah di Swab di Sukolilo dan hasilnya Negatif.
Nanti setelah menjalani karantina di RIDC Batuan selama 3 hari, akan kami swab lagi sebelum diijnkan pulang ke kampung halamannya. Sedangkan terkait fasilitas di Gedung RIDC, merupakan wewenang BKPSDM.” Terang Nur Insan.
Sedangkan Kepala BKPSDM Abdul Madjid, S.Sos, M.Si, selaku yang bertanggung jawab terhadap fasilitas di RIDC Batuan, membantah pernyataan perwakilan TKI yang mengatakan bahwa ruangan kamar yang disediakan tidak layak dan kotor.

Yang tahap pertama 27 orang sudah pulang kemarin, kamar yang kami siapkan 14 kamar semua siap, dari TV, AC, dan kamar mandi.” Jawab Madjid melalui percakapan pada aplikasi WhatsApp.
Berdasarkan hasil penelusuran DapurRakyatNews di lapangan, fasilitas yang tersedia di RIDC Batuan Sumenep, memang sudah memadai sesuai apa yang disampaikan Kepala BKPSDM. Hanya memang faktor kebersihan pada ruangan kamar yang perlu mendapatkan perhatian.
Baca Juga :Luput Dari Perhatian Pemerintah, Seorang Remaja Terancam Lumpuh Seumur Hidup
Pewarta : Faldy Aditya
Editor : Ferry Saputra





Respon (2)