Dapurrakyatnews – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep menggelar ajang kompetisi akademik bertajuk Smart Student Contest (SSC) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus memacu motivasi belajar siswa, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, dalam surat resminya tertanggal 14 April 2026, mengajak seluruh satuan pendidikan SMP di wilayahnya untuk berpartisipasi aktif dalam ajang tersebut.
“SSC ini diharapkan mampu menjadi wadah kompetisi yang sehat sekaligus mengasah kemampuan akademik siswa sesuai dengan standar Asesmen Kompetensi Minimum (AKM),” demikian disampaikan dalam surat edaran tersebut.

Dalam pelaksanaannya, lomba SSC diikuti oleh peserta beregu yang terdiri dari tiga siswa kelas 7 dan 8, baik putra, putri, maupun campuran. Materi yang diujikan mencakup soal literasi dan numerasi dengan komposisi tingkat kesulitan berjenjang, yakni 20 persen level 1, 50 persen level 2, dan 30 persen level 3.
Pendaftaran peserta dibuka secara daring mulai 14 hingga 25 April 2026. Sementara itu, seluruh peserta diwajibkan mengikuti *technical meeting* yang akan dilaksanakan pada Rabu, 22 April 2026, secara virtual melalui Zoom Meeting.
Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 2 Sumenep dengan sistem digitalisasi. Dari tahap ini, akan dipilih 12 regu terbaik dari wilayah daratan dan 4 regu terbaik dari wilayah kepulauan untuk melaju ke babak semifinal.

Selanjutnya, babak semifinal akan digelar pada 4 hingga 7 Mei 2026 di Gedung Ki Hajar Dewantara dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Diskominfo Sumenep. Sementara babak final akan berlangsung pada 12 Mei 2026 di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan teknis, di antaranya setiap regu wajib membawa satu perangkat ponsel Android dengan koneksi internet yang memadai, serta hadir mengenakan seragam sekolah didampingi satu orang guru pembimbing.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Sumenep berharap tercipta generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan sistem evaluasi pendidikan berbasis digital.




