Dapurrakyatnews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang sukses menggelar debat publik pertama bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati Pilkada Sampang 2024. Debat tersebut berlangsung pada Senin (4/11/2024) di Studio JTV, Komplek Graha Pena, Surabaya, dengan jadwal dari pukul 19.30 hingga 21.30 WIB.
Acara yang disiarkan secara langsung ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan dari KPU Provinsi Jawa Timur, Komisioner KPU dan Bawaslu Sampang, kedua pasangan calon, yaitu Mandat dan Jimad, serta panelis, partai pendukung, dan tim masing-masing calon.
Sebagai pembuka, seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan jingle KPU Sampang yang berjudul “Akor Salanjengah.”
Debat ini dibagi menjadi enam segmen yang mencakup pemaparan visi dan misi dari masing-masing calon. Tema utama yang diusung dalam debat adalah “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah,” yang diharapkan mampu menjadi acuan bagi para pemilih dalam menentukan pilihan mereka pada 27 November 2024 mendatang.
Ketua KPU Sampang, Aliyanto, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada kedua pasangan calon serta seluruh pihak yang turut mendukung terselenggaranya acara ini.
Ia menekankan pentingnya menjaga akhlak dan etika dalam proses demokrasi, selaras dengan identitas Kabupaten Sampang sebagai “kabupaten santri.”
“Sampang ini dikenal sebagai kabupaten santri. Akhlak harus menjadi utama di setiap pelosok desa. Kami percaya, akhlak berdemokrasi akan terwujud dalam Pilkada 2024 ini, sehingga semuanya berjalan damai dan nyaman,” ujarnya.
Aliyanto juga menekankan bahwa debat ini merupakan salah satu tahapan kampanye, yang difasilitasi oleh KPU sebagai ruang bagi kedua pasangan calon untuk menyampaikan visi, misi, serta program mereka bagi masa depan Sampang.
“Forum ini memberikan kesempatan kepada calon untuk memaparkan ide, gagasan, serta konsep pembangunan bagi Sampang ke depan,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap debat publik ini bisa memberikan referensi bagi masyarakat Sampang untuk menentukan pilihan yang tepat. Aliyanto pun mengajak seluruh warga untuk bersatu dan mematahkan pandangan negatif, yang sering dilekatkan pada pelaksanaan Pilkada di daerahnya, yang kerap dianggap tidak demokratis atau rentan konflik.
“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi. Kami, warga Sampang, bukanlah orang yang kolot. Kami adalah santri yang memegang teguh prinsip dan etika dalam berdemokrasi. Mari gotong-royong, jadikan Pilkada 2024 ini sebagai Pilkada yang paling damai dan demokratis sepanjang sejarah,” pungkasnya.
Debat perdana ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Sampang, untuk mewujudkan demokrasi yang beretika dan kondusif, serta menginspirasi masyarakat dalam menjalankan hak pilih mereka dengan penuh kesadaran.




