SUMENEP, DapurRakyatNews – Seorang Bacakades (Bakal Calon Kepala Desa) Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, bebas berkeliaran disaat dirinya terkonfirmasi Positif Covid-19.
Subscribe 👉 Dapur Rakyat News TV
Bacakades Parsanga yang telah menjalani beberapa kali tes untuk Covid-19, tidak melaksanakan isolasi. Dirinya bahkan sempat mengikuti tes tulis dan wawancara bagi bakal calon kepala desa pada hari Kamis (17/6) kemarin, di Islamic Center Batuan Sumenep.
Diketahui pada hari Kamis (10/6) malam, Bacakades Parsanga hendak menuju ke Sumenep. Saat melintas di perbatasan antara Sampang dan Pamekasan, dirinya diminta melakukan tes swab antigen, dengan hasil positif Covid-19.
Baca Juga : Bermasalah Saat Nyalon Kades Sapeken, Tidak Saat Menjadi BPD
Satgas Covid-19 Kabupaten Pamekasan pun mengambil langkah Isolasi terhadap Bacakades Parsanga tersebut selama 24 jam di Islamic Center. Selanjutnya Bacakades Parsanga yang berinisial EK tersebut, dijemput ke Islamic Center Pamekasan oleh pihak keluarganya dari Sumenep.
Seperti yang disampaikan oleh Amir, Petugas di tempat isolasi Islamic Center Kabupaten Pamekasan kepada awak media melalui sambungan seluler.
“Warga Sumenep tersebut (EK_red) dijemput oleh pihak keluarganya. Kami sudah menghubungi Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, tetapi tidak ada jawaban.” Ungkapnya.
Kemudian Dapur Rakyat News menghubungi Penanggung Jawab RIDC Batuan, drg. Novia Sri Wahyuni, M.Kes, guna meminta keterangannya tentang penjemputan EK di Islamic Center Pamekasan.
Baca Juga : RSUD dr. H. Moh. Anwar Isolasi Pasien Covid-19 Asal Bangkalan
“Terkait itu saya kurang paham, karena bukan dari Satgas Covid-19 Sumenep yang melakukan penjemputan. Tetapi pihak Puskesmas Pamolokan, coba langsung hubungi Kapus (Kepala Puskesmas_red) Pamolokan.” Tukas drg. Novi, Jum’at (18/6).
Setibanya EK di RSUD dr. H. Moh Anwar, dilakukan photo Toraks kepadanya dan lagi-lagi hasilnya positif. Namun yang bersangkutan tidak diisolasi oleh pihak rumah sakit maupun RIDC (Rawat Inap Darurat Covid-19) Batuan Sumenep.
Dikarenakan EK telah memiliki Surat Keterangan dari Puskesmas Pamolokan untuk melakukan ISOLASI MANDIRI, selama 10 hari terhitung dari tanggal 10 Juni s/d 20 Juni 2021.
Atas informasi dari drg. Novi, Dapur Rakyat News lantas mengontak Kapus Pamolokan dr. Rifmi. Dalam percakapan via sambungan seluler, ia mengaku bahwa bukan pihak Puskesmas Pamolokan yang melakukan penjemputan terhadap EK ke Islamic Center Pamekasan.
Baca Juga : Tergabung Dalam Group Bacakades, Netralitas BPD Sapeken Dipertanyakan
Kapus Pamolokan juga mengatakan, “Kami hanya mengeluarkan Surat Keterangan Isoman (Isolasi mandiri_red) berdasarkan rekomendasi dari rumah sakit (RSUD dr. H. Moh. Anwar_red),” Ujar Kapus Pamolokan.
Keterangan berbeda, yang disampaikan oleh drg. Novi dan dr. Rifmi, membuat satu tanda tanya besar. Bagaimana SOP (Standar Operasional Prosedur) Satgas Covid-19 Sumenep?
Dimana saat ada masyarakat Sumenep yang terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah lain, tiada kejelasan siapa yang menjemput, dan seperti apa prosedur penanganannya.
Sebagai salah satu Bacakades, EK, juga mengikuti tes tulis dan wawancara yang diadakan oleh DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Kabupaten Sumenep.
Baca Juga : Bank BUMN Cabang Situbondo Terindikasi Pungli, LSM Penjara Geram
Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos., M.Sos. menerangkan, jika Dinas yang dipimpinnya sudah mengetahui bahwa EK positif Covid-19 dan diberikan pendampingan oleh Satgas Covid-19 Sumenep serta disediakan ruangan khusus baginya.
Pihak DPMD Sumenep selaku penyelenggara kegiatan tes bagi Bacakades, mungkin telah menerapkan prosedur khusus selama acara tersebut berlangsung terhadap EK yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Tetapi, siapa yang bisa memastikan keselamatan masyarakat Sumenep yang berinteraksi dengannya, selama dalam perjalanan dari dan menuju lokasi tes tersebut berlangsung?
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, EK bahkan sempat mengikuti acara tahlilan di Desa Parsanga. Apakah Satgas Covid-19 Sumenep hanya akan berdiam diri karena hajatan demokrasi tingkat lokal? Mengingat EK merupakan salah seorang Bacakades.
Baca Juga : Proses Angkut Sapi Sapudi Perlu Perhatian Pemerintah





Respon (3)