Mengejutkan, Kerumunan Massa Dihadiri Orang Nomor Dua Sumenep

- Editorial Team

Sabtu, 26 Juni 2021 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyai Hj. Dewi Kholifah, S.H., M.H., M.Pd.I. saat Menghadiri Imtihan Salah Satu Lembaga di Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura [foto/red]

Nyai Hj. Dewi Kholifah, S.H., M.H., M.Pd.I. saat Menghadiri Imtihan Salah Satu Lembaga di Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura [foto/red]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Disaat Pemerintah Kabupaten membuat beberapa kebijakan untuk menekan laju penambahan kasus Covid-19 di Sumenep, beredar video suatu acara di salah satu Desa di Sumenep, yang nampak dihadiri oleh orang banyak.

Baca Juga : Bupati Sumenep Harapkan Seluruh Guru Telah Vaksin

Kebijakan demi kebijakan dibuat oleh Pemkab Sumenep guna mencegah penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Yang terkini adalah Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) bagi masyarakat yang akan keluar kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain SIKM, Bupati Sumenep juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 050/178/435.205/2021 Tentang Persyaratan Acara Hajatan. Semua itu dilakukan dengan mempertimbangkan penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat di Kota Keris.

Baca Juga : Kelurahan Karangduak Tidak Perlu Takut dan Berlebihan

Ditengah upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemkab Sumenep, beredar luas di media sosial sebuah video yang memperlihatkan kerumunan massa di suatu acara. Nampak dalam tayangan gambar berjalan itu, kumpulan massa yang tidak menjaga jarak serta tidak memakai masker.

Baca Juga:  Aksi Responsif Polsek Kota Bubarkan Kerumunan Massa

Berdasarkan penelusuran awak media, ternyata acara tersebut adalah acara Imtihan sebuah lembaga. Yang berlangsung pada hari Kamis (24/6) malam di Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura.

Baca Juga : Antusias Masyarakat Sumenep Mengurus SIKM di Hari Pertama

Yang mengejutkan adalah, pengisi pada acara tersebut adalah Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj. Dewi Khalifah, S.H., M.H., M.Pd.I. atau yang kerap disapa Nyai Eva atau Nyai Wabup, kini. Tentunya hal itu mendapatkan berbagai macam reaksi dari masyarakat, yang kebanyakan bernada miring.

Baca Juga:  Bencana Alam di Pesisir Selatan, Selain Korban Jiwa Kerugian Material Capai Triliunan Rupiah

Seperti yang disampaikan oleh salah satu aktivis sosial, Nurahmat yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (DPD J.P.K.P) Sumenep, kepada DapurRakyatNews menyampaikan.

“Awalnya saya kira itu video lama, setelah saya telusuri ternyata acara baru-baru ini. Terus terang saya tidak habis pikir, sepertinya Wakil Bupati tidak ada rasa empatinya.” Ujar Nurahmat.

Baca Juga : Sempat Mangkir, Polisi Kembali Panggil Oknum ASN Pemkot Tanjungpinang

Karena menurut Nurahmat, disaat banyak masyarakat Sumenep yang terkonfirmasi positif Covid-19, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa. Nyai Eva tidak membantu mengedukasi masyarakat untuk menerapkan Prokes, justru memberikan contoh yang tidak sepatutnya.

Lain lagi komentar Walit, tokoh pemuda Giliraja, “masa masyarakat harus selalu dipaksa patuh terhadap aturan, sedangkan pembuatnya seenaknya sendiri melanggar aturan.” Ketusnya.

Baca Juga:  Musim Tanam Daun Emas Tiba, Dispertahutbun Sumenep Bergerak

Sementara itu Tuty, seorang ibu rumah tangga yang tidak mau disebutkan identitasnya, yang diketahui menjadi salah satu pendukung Achmad Fauzi dan Nyai Eva saat Pilkada lalu, mengungkapkan kekecewaannya.

“Teganya Nyai Eva tidak menghargai pengorbanan para Nakes, yang selama ini bertugas mempertaruhkan nyawa. Tetapi dengan begitu mudahnya, seorang Wakil Bupati menghadiri acara yang mengundang kerumunan.” Sesalnya.

Baca Juga : Internet Desa Solusi Disparitas Kepulauan

Seorang pejabat, seyogyanya membantu pemerintahannya dalam menjalankan dan mensosialisasikan, kebijakan yang bertujuan melindungi keselamatan masyarakatnya, dari Pandemi Covid-19 ini. Bukan malah melakukan hal-hal yang kontraproduktif.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru