Tak Berkategori  

Internet Desa Solusi Disparitas Kepulauan

Internet Desa Solusi Disparitas Kepulauan
Ilustrasi geografis kabupaten Sumenep (Photo/FerrySaputra)

SUMENEP, DapurRakyatNews – Wilayah Kabupaten Sumenep terdiri dari jajaran kepulauan, terdapat 126 pulau besar dan kecil. Sehingga disparitas antara daratan dan kepulauan menjadi masalah yang tak kunjung usai. Pembangunan infrastruktur di kepulauan seperti anak tiri, Jauh tertinggal dari Sumenep daratan.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi seperti Internet menjadi solusi untuk membuka ruang isolasi kepulauan. Dengan adanya jaringan internet, desa desa di kepulauan dengan mudah mengakses berbagai informasi di bidang pemerintahan, pertanian, peternakan dan lainnya dengan lebih cepat.

Visi Misi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) yang kita kenal adalah “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” sangat berkaitan erat dengan pembangunan dan pengembangan desa.

Visi Misi Presiden Jokowi ini juga didukung dan dilindungi Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang termaktub dalam Undang-undang Desa Pasal 86 Ayat 1-3, yang berbunyi; “Desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem informasi desa dan pembangunan kawasan pedesaan.”

Lalu bagaimana internet bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi disparitas kepulauan di Sumenep?, berikut beberapa aplikasi penggunaan internet untuk desa dalam meningkatkan pembangunan desa di kepulauan.

Pertama; Transparansi Anggaran Desa.
Melalui internet, pemerintah desa dapat mengupdate penggunaan anggaran di website desa dan warga bisa langsung memantau realisasi anggaran desa.

Kedua; Media Komunikasi Desa, menyebarkan informasi kepada seluruh warga desa, seperti berita penting, pengumuman warga, peringatan dini, regulasi baru, dan lainnya. Juga mempermudah komunikasi dan koordinasi antar desa.

Ketiga; Sistem Informasi Desa.
Dengan Sistem Informasi Desa Online menjadikan pemerintah desa dapat update data desa dengan mudah serta dapat diakses dengan cepat oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, membuka peluang investasi lebih mudah.

Keempat; Jualan Online.
Banyak desa di kepulauan yang mempunyai potensi desa namun tidak dikenal masyarakat luas. Cara yang paling efektif untuk memperkenalkan produk-produk desa keluar desa adalah dengan jualan online melalui internet.

Kelima; Pengembangan BUMDes.
Selain akses internet mendorong Badan Usaha Milik Desa dalam mempromosikan produk-produk lokalnya menggunakan saluran E-commerce atau market place. BUMDes juga dapat bekerja sama dengan start-up lokal menggunakan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi aktivitas ekonomi desa.

Baca Juga : Diduga Ada Penyimpangan Pendistribusian BBM Tower PT. XL Axiata di Kepulauan

Dengan internet sebuah desa yang terisolasi secara geografis mampu menembus batas hingga ke seluruh dunia. Desa menjadi sumber dan akses ekonomi yang sangat besar, kreativitas warga akan lebih terarah, pendidikan yang lebih baik yang pada akhirnya dapat menggali potensi desa lebih maksimal untuk mengejar ketinggalannya dengan Sumenep daratan.

Penulis : Ferry Saputra
Editor : D. Julak
#PerjuanganTanpaBatas