Dapurrakyatnews – Paguyuban Nelayan Pulau Sapudi, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep menggelar istighosah dan doa bersama sebagai puncak rangkaian tahunan tradisi Petik Laut, Senin malam (13/4/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum spiritual sekaligus simbol harapan para nelayan akan keselamatan dan kelimpahan rezeki di laut.
Acara tersebut dihadiri oleh KH. Imam Qusyairi Syam dari Situbondo, Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Gayam, serta para tokoh ulama se-Kecamatan Gayam. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini memperkuat nuansa religius dan kebersamaan dalam tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun di Pulau Sapudi.
Istighosah dan doa bersama menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memohon perlindungan agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut.
Puncak perayaan Petik Laut tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara nelayan Kecamatan Gayam dengan dua desa, yakni Desa Gayam dan Desa Pancor. Setelah doa bersama, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan prosesi pelepasan Petik Laut pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam prosesi tersebut, ratusan perahu nelayan dijadwalkan akan berlayar ke laut. Perahu-perahu yang telah dihias dan dipersiapkan sebelumnya akan mengikuti ritual pelepasan sebagai simbol rasa syukur, sekaligus doa agar hasil tangkapan melimpah dan para nelayan senantiasa diberikan keselamatan.
Camat Gayam, Roby Firmansyah Wijaya, menegaskan bahwa tradisi Petik Laut tidak hanya memiliki nilai budaya dan religius, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
“Tradisi Petik Laut ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kami berharap kegiatan ini mampu menggerakkan sektor UMKM, pariwisata, hingga usaha berbasis kelautan di Kecamatan Gayam,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan lingkungan laut.
“Semoga melalui kegiatan ini, masyarakat nelayan semakin solid, usaha mereka semakin berkembang, dan kesejahteraan warga Gayam terus meningkat. Kami juga mendorong agar potensi lokal ini dapat dikemas lebih baik sehingga menarik minat wisatawan,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kearifan lokal, tradisi Petik Laut di Pulau Sapudi diharapkan terus lestari sebagai identitas budaya sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir.




