Berita  

Pasca Idul Fitri Kasus Covid19 Alami Lonjakan Signifikan

Pasca Idul Fitri Kasus Covid-19 Alami Lonjakan Signifikan
Drs. Syaifullah, M.M. Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Situbondo [foto/Niar]

SITUBONDO, DapurRakyatNews – Klasterisasi baru penularan Covid19 mulai bermunculan pasca Lebaran, yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Situbondo.

Subscribe 👉 Dapur Rakyat News TV 

Dalam sepekan, kasus positif covid19 mengalami peningkatan yang signifikan dan begitu sangat mengkhawatirkan. Peningkatan jumlah pasien Covid19, ditopang dari klaster Lebaran karena mudik dan perjalanan keluar kota.

Seperti yang disampaikan Drs. Syaifullah, M.M. Sekretaris Satgas COVID-19 Kabupaten Situbondo kepada DapurRakyatNews, Rabu (16/6).

Baca Juga : Stop TB Partnership Indonesia Gandeng Pemkab Sumenep Eliminasi Tuberkulosis

“Ketika hari raya Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 lalu, kasus aktif Covid19 hanya 3 orang. Namun, dalam sepekan terakhir ini, jumlah kasus Covid19 di Kabupaten Situbondo meningkat menjadi 78 orang aktif. Artinya, terjadi peningkatan 1.400 persen,” kata Syaifullah

Peningkatan jumlah pasien Covid19, sambung Syaifullah, ditopang dari klaster keluarga dan perjalanan.

“Setelah hari raya Idul Fitri, pasca penyekatan, banyak masyarakat yang keluarganya datang ke Situbondo dan bermalam disini. Setelah kembali atau pulang ke daerahnya masing-masing meninggalkan claster positif covid19. Termasuk klaster CV PPA Dusun Gundil, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Situbondo,” jelasnya.

Baca Juga : Lagi-lagi, Calon Penumpang Tujuan Kepulauan Sumenep Ditemukan Suspect Covid-19

Selain itu, sambung Syaifullah, ada klaster pengajian keluarga, dari pengajian tersebut setelah di swab PCR, ada 5 orang dinyatakan positif Covid19.

“Dari klaster pengajian keluarga ini, mulai dari anak, istri, paman, cucu semuanya terkonfirmasi positif covid19. Selanjutnya, klaster teman kerja, dan perjalanan dari Pelabuhan Jangkar menuju Kepulauan Madura,” ujarnya.

Terkait dengan perjalanan transportasi laut dari Pelabuhan Jangkar menuju Kepuluan Madura, sambung Syaifullah, sesuai dengan petunjuk Bupati Situbondo selaku Ketua Satgas Covid19, maka Pemerintah Kabupaten Situbondo melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep agar penumpang kapal dari Pelabuhan Raas Sumenep yang akan kembali ke Kabupaten Situbondo itu, harus dilakukan swab Antigen dan sejenisnya.

Baca Juga : PKM Kendit Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 147 Peserta

“Di Pelabuhan Jangkar penumpang kapal yang akan berlayar menuju Kepulaan Madura, kita akan lakukan swab Antigen. Apabila diantara mereka terdetiksi Covid19, maka Satgas mengarahkan mereka karantina di Puskesmas Arjasa, Kabupaten Situbondo.

Selain itu, petugas di Pelabuhan Jangkar juga memberikan arahan kepada penumpang yang transit ke Jember, Bali, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso kearah kanan. Kemudian khusus penumpang dari Situbondo dilakukan pemeriksaan secara intensif,” terang Syaifullah.

Lebih lanjut, H. Syaifullah mengatakan, hasil evaluasi dari pemerintah provinsi, kasus covid19 di Kabupaten Situbondo secara andifologi yang ada di peta itu posisinya orange. Kabupaten Situbondo ada diposisi 23 dari seluruh provinsi se Jawa Timur.

Baca Juga : Bandel, J.P.K.P Minta Pemkab Serius Kelola Kota Keris

“Peta sebaran Covid19 Kabupaten Situbondo update 16 Juni 2021 pukul 15.30 WIB menerangkan sebanyak 34 orang dinyatakan suspect, sebanyak 27 orang dinyatakan probable, sebanyak 2651 terkonfirmasi positif covid19, sebanyak 2370 orang dinyatakan sembuh, sebanyak 78 orang pasien Covid19 di rawat dan sebanyak 203 orang meninggal dunia,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan