Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Situbondo bergerak cepat dalam menghadapi dampak kekeringan yang melanda beberapa wilayahnya. Untuk memastikan pasokan air bagi lahan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau, Pemkab Situbondo memprioritaskan pembangunan sumur bor di 2 dusun terdampak.
2 Dusun tersebut adalah Dusun Bendera di Desa Sumberejo dan Dusun Belangguan di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengungkapkan rencana tersebut saat memberikan bantuan air bersih dan sembako kepada warga yang terdampak kekeringan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan bahwa sebagian dari dana insentif fiskal yang diterima, sekitar Rp 2 miliar, akan dialokasikan khusus untuk pembangunan sumur bor di wilayah-wilayah yang kekurangan air.
“Kami telah mendapatkan anggaran tambahan dari dana insentif fiskal sebesar lebih dari Rp 11 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 2 miliar akan dialokasikan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk membangun sumur bor di dua dusun ini,” kata Bupati Karna Suswandi. Senin (16/09/2024).
Bupati menegaskan, pembangunan sumur bor di masing-masing dusun tersebut bertujuan untuk menjaga suplai air bagi lahan pertanian, terutama saat kemarau panjang melanda.
“Ini adalah salah satu upaya kami, untuk memastikan lahan pertanian di Dusun Bendera dan Belangguan tetap produktif meski musim kemarau panjang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Karna menyatakan bahwa pembangunan sumur bor akan dimulai, setelah disahkannya Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2024.
“Begitu PAK disahkan, kami segera memulai pembangunan sumur bor di dua dusun ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Dwi Aris, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, Dusun Bendera memang sangat membutuhkan tambahan pasokan air, terutama saat kemarau tiba.
“Warga di Dusun Bendera banyak yang menanam tembakau dan tebu. Saat kemarau, sungai-sungai di sini mengering, sehingga sumur bor ini akan sangat membantu dalam mengairi lahan pertanian,” ungkapnya.
Dengan adanya rencana pembangunan sumur bor ini, warga berharap masalah kekeringan di wilayah mereka dapat teratasi, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.




