Ratusan Pemudik Terlantar, Kehadiran Pemerintah Diharapkan

- Editorial Team

Selasa, 4 Mei 2021 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : Suasana Ratusan Pemudik Yang Terlantar di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur.

Photo : Suasana Ratusan Pemudik Yang Terlantar di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur.

SITUBONDO, DapurRakyatNews – Kurangnya pelayanan terhadap pemudik atau perantau yang hendak pulang kampung, membuat calon penumpang tujuan Kepulauan Ra’as terlantar di pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kendati minimnya pelayanan terhadap para calon penumpang, sehingga berakibat demonstrasi terhadap pihak Syahbandar setempat. Berkenaan dengan ketidak puasan calon penumpang terhadap pelayanan yang ada.

Sehubungan akan diberlakukan larangan mudik oleh pemerintah mulai 6 Mei mendatang, membuat para calon penumpang panik dikarenakan nasibnya yang tidak jelas, apakah akan kebagian tiket atau harus menunggu beberapa hari lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, diantara lonjakan calon penumpang di pelabuhan Jangkar, ada yang sudah 2 hari terlantar bahkan ada pula yang 3 hari, hanya untuk antri pembelian tiket.

Dari Begitu banyaknya masyarakat kepulauan yang mencari suaka ke kota, sehingga pada saat mudik lebaran tiba mulai berbondong-bondong, dan tradisi tersebut sudah terjadi dari tahun ketahun.

Baca Juga:  Mudik Lebaran Diperbolehkan, Tapi Ini Syarat Yang Harus Kita Ketahui

Suryo, salah satu perantau dari Bali kepada Dapur Rakyat News menyampaikan, seharusnya pihak Syahbandar Wilayah Kerja (Wilker) Jangkar, sudah mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik agar tercipta kenyamanan dan kepastian terhadap banyaknya penumpang yang tidak kebagian tiket.

“Seharusnya peningkatan pelayanan yang mudah dan cepat terhadap calon penumpang itu yang diutamakan. Dan pada saat musim mudik tanggal tertentu, pihak Syahbandar harus menyiapkan alternatif untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang terus bertambah.” jelas Suryo pemuda asal Pulau Ra’as, senin (3/5/2021).

Suryo pun melanjutkan, terkait kurangnya partisipasi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap warga kepulauan yang melakukan mudik dari jalur jangkar-ra’as, sehingga banyak yang harus menginap berhari-hari.

Baca Juga:  Breaking News: KLM Lorena Sari yang Berlayar dari Pelabuhan Sapudi Karam di Perairan Situbondo

Menurut Suryo, adapun yang membuat pemudik bingung dan kecewa, dikarenakan tidak adanya papan informasi, sehingga berdampak terhadap molornya jadwal penjualan tiket dari biasanya.

“Seharusnya hal itu dijadikan evaluasi oleh pihak Syahbandar setempat, untuk menanggulangi terjadinya penumpukan penumpang yang tidak terangkut oleh kapal yang beroperasi.

Dengan adanya ketidak pastian mengenai bagaimana penumpang yang tidak kebagian pembelian tiket, sekitar 400 orang.” tutur Suryo.

Ratusan Pemudik Terlantar, Kehadiran Pemerintah Diharapkan
Photo : H. Benny Halim Tokoh Masyarakat Kecamatan Ra’as Asal Pulau Putri Sekaligus Ketua PAC PDI Perjuangan Ra’as (Dok/Pribadi)

Terpisah, salah satu tokoh masyarakat asal Pulau Putri, H. Benny Halim, mengatakan kabar gembira untuk saudara-saudara asal rantau yang terlantar di Pelabuhan Jangkar, Bahwa Kapal milik Pemkab Sumenep akan melakukan penjemputan besok.

“Alhamdulillah Pak Bupati sudah mendengar dan responsif terkait persoalan ini, InsyaAllah besok Kapal DBS III akan berlayar dari Kalianget ke Jangkar untuk menjemput saudara-saudara kita yang masih tertahan disana, semoga Dishub Jatim menyetujuinya,” ungkap H. Benny Ketua PAC PDI Perjuangan Ra’as ini.

Baca Juga:  Semangat Harkitnas dapat Mewujudkan Kehidupan Bangsa yang Terhormat dan Bermartabat

Ketika awak media menyinggung terkait tiket, apakah gratis atau berbayar, H. Benny, belum bisa memastikan perihal tersebut. Namun menurutnya, sekalipun berbayar kemungkinan besar dibawah harga tiket pada umumnya.

“Soal tiket itu kebijakan pemkab, gratis atau berbayar. Hanya saja saya berharap kepada Pak Bupati agar penjemputan ini lebih dari satu kali. karena sangat memungkinkan penumpang akan bertambah, mengingat tiga hari lagi sudah tidak diperbolehkan ada penyeberangan antar Rayon.” pungkasnya.

Baca Juga : Mudik Lebaran Diperbolehkan, Tapi Ini Syarat Yang Harus Kita Ketahui

Pewarta : Herman Toreto
Editor     : Didi Julak

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Berita Terbaru