SUMENEP, DapurRakyatNews – Sekitar pukul 21:00 WIB pada hari Senin (05/07) bertambah satu lagi korban pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia di Bumi Adi Poday Pulau Sapudi, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura.
Diketahui SZ (inisial) pria kelahiran Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, telah lama meninggalkan Pulau Sapudi dan merantau di Jakarta. Identitasnya juga telah berganti ke KTP daerah ibu kota.
Baca Juga : Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, Diduga Langgar KIP
Saat Pandemi Covid-19 mulai merebak, SZ memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya. Pagi hari pada tanggal 30 Juni lalu, SZ pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pun dirawat di Puskesmas Gayam.
Saat malam harinya, SZ yang diketahui bahwa istrinya di rumah juga sedang sakit karena terjatuh, memaksanya untuk pulang. Tanggung jawabnya sebagai seorang suami mengalahkan kondisi dirinya, yang sedang berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Setelah memaksa pulang, kondisi SZ ternyata semakin memburuk, sehingga membawa dirinya untuk kembali menjalani perawatan di Puskesmas Gayam. Pada tanggal 2 Juli 2021, SZ kembali ke Puskesmas Gayam dengan nafasnya yang semakin sulit.
Baca Juga : Fasilitas Kesehatan Puskesmas Legung Timur Diamuk Massa
“Tanggal 2 Juli SZ, kembali ke PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat_red) Gayam. Dengan kondisi nafas yang sudah sangat tidak baik.” Ujar salah satu Nakes di Puskesmas Gayam.
Nakes tersebut lalu menerangkan, setelah menjalani perawatan kembali di Puskesmas Gayam, kondisi SZ tidak kunjung membaik. Hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
Akhmadi, Aktivis Sosial di Kecamatan Gayam mengatakan, “dengan kejadian ini kita berharap bukan hanya Pilkades ditunda. Semua bentuk keramaian utamanya undangan pesta pernikahan di stop dulu oleh pak bupati.” harapnya.
Baca Juga : Akhirnya Pilkades Serentak di Sumenep Ditunda
Lebih lanjut, Akhmadi yang saat ini berada di Puskesmas Gayam mengungkapkan bahwa, terjadi sedikit miskomunikasi mengenai lokasi penguburan. Karena mendiang, sudah ber-KTP Jakarta. Dan pihaknya sedang membantu agar kendala lokasi pemakaman segera teratasi.
“Kepala Desa Kalowang bilang SZ bukan warganya, Kepala Desa Gayam juga bilang SZ bukan warganya. Walaupun SZ sebelumnya pernah memiliki sebuah rumah di Desa Gayam, yang saat ini telah dijual.” Ujar Akhmadi.
Hingga saat ini Pihak Puskesmas Gayam, imbuh Akhmadi, masih menunggu hasil musyawarah yang sedang berlangsung oleh kedua desa tersebut, terkait dimana akan dimakamkan. Sehingga disepakati dikebumikan di tempat kelahirannya.
Baca Juga : Ketika Putusan Pengadilan Diabaikan Oleh Bupati Sumenep
“Mungkin ini yang dimaksud dengan ‘ibu kota tak sekejam ibu tiri’ mas, alhamdulillah almarhum dikebumikan di dusun banlendur desa kalowang mas,” Tukas Akhmadi akhiri perbincangan dengan DapurRakyatNews melalui sambungan seluler.




