Berita  

Pengembangan Dermaga Sapudi Berpotensi Matikan Pendapatan Masyarakat Lokal

Dermaga
Proses bongkar muat di Pelabuhan Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep

Dapurrakyatnews – Pengembangan Jembatan/Dermaga Sapudi yang dilakukan tanpa mengindahkan kearifan lokal dinilai menyakiti masyarakat setempat, khususnya para pelaku perahu layar motor yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian Pulau Sapudi.

Selama bertahun-tahun, perahu-perahu tersebut berfungsi sebagai sarana utama distribusi barang dan kebutuhan pokok dari dan ke Sapudi.

Namun, dengan rencana ditinggikannya Dermaga Sapudi, proses bongkar muat barang justru semakin sulit karena keterbatasan akses sandar dan ruang aktivitas perahu.

“Jika jembatan tersebut dibangun dengan dalih untuk kepentingan masyarakat Sapudi, maka muncul pertanyaan mendasar, Dermaga itu sesungguhnya diperuntukkan bagi masyarakat yang mana,” kata salah satu warga yang keberatan namanya untuk ditulis saat berada di dermaga Sapudi. Jum’at (19/12/2025).

Dermaga

Sebab, bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada aktivitas bongkar muat dan pelayaran tradisional, pembangunan ini justru berpotensi menghilangkan ruang hidup dan sumber penghasilan mereka.

“Apabila pengembangan Dermaga Sapudi tetap dilakukan tanpa memberikan ruang yang layak bagi masyarakat untuk menaikkan dan menurunkan barang, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh para pekerja perahu, tetapi juga oleh seluruh warga Sapudi,” ungkapnya.

“Terhambatnya distribusi barang akan meningkatkan biaya logistik yang pada akhirnya berujung pada melonjaknya harga bahan pokok, mengingat kebutuhan sehari-hari masyarakat masih sangat bergantung pada angkutan perahu,” tambahnya..

Hasan (inisial), salah satu warga yang telah puluhan tahun bekerja sebagai buruh bongkar muat di Dermaga Sapudi, menyuarakan keresahannya kepada dapurrakyatnews disela-sela pekerjaannya sebagai kuli panggul.

“Kami tidak menolak pembangunan, tapi kalau katanya untuk masyarakat, masyarakat yang mana dulu yang dipikirkan? Kami ini juga warga Sapudi,” katanya.

Jangan sampai pembangunan yang dilakukan pemerintah malah membunuh mata pencaharian sebagian masyarakat yang mencari rejeki di Pelabuhan Sapudi.

“Tanpa adanya solusi yang berpihak pada masyarakat lokal, pembangunan jembatan justru akan menjadi sumber persoalan baru bagi kehidupan ekonomi warga Sapudi,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan