Berita  

Bantuan DBHCHT Belum Tersalur, Dinsos PPPA Sampang: Masih Proses Verval 

DBHCHT
Kepala Dinsos PPPA Sampang Edi Subinto di ruang kerjanya.

Dapurrakyatnews – Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2024 di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, belum tersalur.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Sampang, Edi Subinto, menjelaskan secara perencanaan, jumlah calon penerima BLT DBHCHT di Sampang sebanyak 3.134 orang calon Penerima Bantuan (PB).

Sumber data calon PB berasal dari Disnaker Sampang sebanyak 311 orang, buruh pabrik rokok dan Disperta KP Sampang sebanyak 2823 orang buruh tani tembakau.

Jumlah Pabrik rokok di Sampang ada 6 yang tersebar di 3 Kecamatan, yaitu:

1. Camplong (4 pabrik)

2. Tambelangan (1 pabrik)

3. Banyuates (1 pabrik).

Sedangkan untuk buruh tani, berasal dari 3 Kecamatan, yaitu Sampang, Camplong, dan Ketapang.

Para PB akan menerima bantuan sebesar Rp. 300 ribu selama 3 bulan. Jadi nominal yang akan diterima nantinya sebesar Rp. 900 ribu per PB.

Walaupun data sudah dikantongi, bantuan tersebut belum bisa disalurkan. Sebab, ada sejumlah tahapan yang perlu dilalui, seperti Verifikasi dan Validasi (Verval).

Menurutnya, proses Verval penting dilakukan untuk memastikan kesesuaian data antara orang dengan KTP nya, ada atau tidaknya orang tersebut atau sudah meninggal apa belum.

“Sekarang masih proses Verval atau penyesuaian data antara orang, dengan data kependudukan calon penerima bantuan,” ungkapnya, Senin (7/10/2024).

Setelah proses Verval selesai, lanjut Edi, baru pihaknya akan membuat SK Bupati.

Apabila sudah selesai, data diberikan ke BPPKAD Sampang untuk top up anggaran bantuan.

“Selesai di top up, baru disalurkan bantuannya ke Bank penyalur yang ditunjuk yaitu Bank Sampang,” terangnya.

Sementara untuk realisasi penyaluran bantuan, pihaknya menargetkan selesai di bulan November tahun ini.

Disinggung soal keterlambatan penyaluran bantuan, Edi menegaskan tidak ada niat untuk memperlambat.

“Kami sama-sama ingin cepat menyalurkan, bukan niat untuk molor bantuan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan