SITUBONDO, DapurRakyatNews – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih sering ditemukan di Indonesia. Faktor utama penularannya adalah nyamuk, karena nyamuk memiliki siklus hidup yang dapat bertahan di daerah pedesaan maupun perkotaan.
Baca Juga : Koramil 0823/12 Lakukan Pelacakan Covid-19 Ke Pelosok Situbondo
Dengan meningkatnya penyebaran demam berdarah, pengendalian populasi nyamuk jenis tersebut menjadi semakin intens dilakukan Fogging.
Fogging atau yang dikenal sebagai tindakan pengasapan dengan bahan pestisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk.
Fogging juga efektif dalam pengendalian populasi nyamuk, meski banyak nyamuk dewasa yang terbunuh namun larva masih hidup dalam air.
Yusup, salah satu warga Desa Tambak Ukir Kecamatan Kendit, yang mengalami sakit dengan indikasi DBD. Setelah mendapat laporan dari warganya, Babinsa setempat berkordinasi dengan Bati Bakti TNI dan langsung ditindak lanjuti dengan Fogging. Selasa (8/6).

Babinsa Desa Tambak Ukir, Sertu Mulyono, mendampingi pelaksanaan Fogging dimana ia bertugas yang mulanya ada warga sakit indikasi terkena serangan DBD.
Mulyono juga menyampaikan dalam kegiatan tersebut, bahwa ia juga menghimbau dan memberikan sosialisasi dan mengajak kepada Masyarakat agar selalu menjaga kesehatan lingkungan.
Baca Juga : Bupati Sumenep; Covid-19 Jangan Dianggap Remeh
“Apa bila ada kaleng bekas sebaiknya di kubur atau di buang pada tempatnya jangan sampai kaleng-kaleng tersebut dibiarkan hingga terisi air yang mana nantinya bisa menjadi berkembang biaknya jentik nyamuk demam berdarah,” Terang Mulyono.
Lanjut Mulyono, adapun pelaksanaan Fogging oleh Bati Bakti TNI, Serma Akh. Fadli, A.Md.Kep. yang turun langsung membantu kegiatan tersebut menyusuri pemukim dan selokan warga.
“Saya minta agar warga juga rajin menguras bak air untuk antisipasi jentik nyamuk, karena sudah ada Warga sini yang terjangkit DBD dan jangan lupa masa pandemi belum usai, kita tetap wajib ikuti prokes Covid-19.” Pungkasnya.
Baca Juga : Dirut Perhutani Berikan Bantuan 60 Juta LMDH Lumajang





Respon (1)