Dirut Perhutani Berikan Bantuan 60 Juta LMDH Lumajang

- Editorial Team

Selasa, 8 Juni 2021 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG, DapurRakyatNews – Direktur Utama Perhutani, Wahyu Kuncoro,  memberikan bantuan uang senilai Rp. 60 juta untuk sarana dan prasarana kepada 3 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Kabupaten Lumajang, yakni LMDH Sukowono, LMDH Rimba, dan LMDH Wono Lestari.

Baca Juga : Bantuan Masker dan Sembako Bagi Terdampak Covid-19

Bantuan tersebut diserahkan Wahyu Kuncoro bersama Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rachman Ferry Isfiyanto saat mengunjungi lokasi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Wisata Siti Sundari di Desa Burno Kecamatan Senduro Lumajang Jawa Timur, Senin (07/06).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wahyu Kuncoro lokasi KUPS Wisata Siti Sundari LMDH Wono Lestari berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Senduro, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Senduro, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Probolinggo.

Baca Juga:  Caleg PKS ini Lolos dan mendapatkan 1 Kursi di DPRD kabupaten pesisir selatan

“Desa Burno merupakan salah satu Desa yang menjadi pusat percontohan nasional dalam program pengelolaan perhutanan sosial. Ada dua LMDH di wilayah Perhutani yang dijadikan program pemerintah sebagai percontohan dalam pengembangan perhutanan sosial, satunya lagi ada di Garut, Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga : Woro Woro, Koramil 0823/04 Mangaran Sosialisasi Prokes

Wahyu Kuncoro. menambahkan bahwa khusus di Kabupaten Lumajang ini memang dianggap memiliki LMDH Wono Lestari yang cukup maju, memiliki usaha yang bisa mendorong meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di sekitar hutan.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Optimistis Kinerja Ekspor Jatim Makin Meningkat

“Jadi ada kegiatan yang dapat dimonitor dengan mengintegrasikan antara kebutuhan rumah tangga, yang memiliki usaha peternakan sapi perah dengan kotoran hewannya yang dikelola menjadi biogas untuk mengaliri listrik dirumahnya masing-masing.” Imbuhnya.

Selain itu kata Wahyu, Keberhasilan LMDH Wono Lestari Desa Burno mampu mengembangkan tanaman Hijauan Makan Ternak (HMT) berupa rumput gajah, budidaya pisang, budidaya lebah madu, hingga pemerahan susu sapi dan pengembangan wisata.

LMDH Wono Lestari menjadi salah satu dari 9 kelompok perhutanan sosial terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan. LMDH Wono Lestari memiliki 367 anggota yang mengolah lahan hutan seluas 940 hektar.

Baca Juga:  Jaga Kelestarian Alam, Polisi di Tanah Laut Tanam Ribuan Pohon

Bahkan kini sudah ada sebanyak 367 petani anggotanya mendapatkan Surat Keterangan Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) yang diharapkan dengan diterimanya sertifikat tersebut, petani tergerak untuk turut menjaga hutan.

Baca Juga : Inovatif Kota Santri, Bung Karna Launching Plasa Situbondo

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN Rachman Ferry Isfiyanto menyampaikan, agar potensi hutan dapat dikelola dengan sebaik-baiknya supaya bisa berkelanjutan, sehingga jika melakukan eksploitasi untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi agar selalu memperhatikan keberlanjutan fungsi kawasan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru