SUMENEP, DapurRakyatNews – Berawal dari beredarnya Pengumuman yang dibuat oleh PT. Sumekar (Perseroda) tertanggal 01 Februari 2021, tentang diskon (potongan harga) sewa kamar penumpang VIP di kapal Dharma Bahari Sumekar III (DBS-3) kapal yang dibeli Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, dengan harga senilai Rp 39 Milyar.
Atas dasar adanya informasi diskon tersebut, membuat banyak warga kepulauan yang tertarik untuk mencoba dan mengetahui seperti apa fasilitas yang ada pada DBS-3, Kapal yang mulai dari proses pembeliannya menjadi pembicaraan di tengah masyarakat karena harganya yang sangat fantastis.
Aldi salah satu penumpang kapal DBS-3 mengatakan pada Media DapurRakyatNews terkait seputar kondisi dan fasilitas kapal kebanggaan Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut, Dengan ekspektasi yang tinggi terhadap DBS-3 ternyata tidak sesuai kenyataan, Dikarenakan kondisi kamar penumpang VIP yang jauh dari kata bersih dan nyaman, Selasa (09/02/2021).

“Sesuai info yang tercantum di Pengumuman, bahwa pemesanan dapat dilakukan via WhatsApp. Maka saya memesan satu kamar VIP untuk rute Kalianget – Sapeken. Saat saya masuk kedalam kamar VIP yang saya sewa, Mulai dari penyejuk ruangan (AC) yang tidak berfungsi alias mati, bahkan tutup ventilasi AC sentral yang sudah menggantung dan nyaris copot, padahal ini kapal (DBS-3) masih baru ya?,
Bahkan fasilitas lainnya seperti Televisi flat 32 inch hanya berfungsi sebagai pajangan, hingga seprai bed yang terlihat kumal seperti jarang dicuci, kamarnya berukuran 3×2 meter, memang dilengkapi kamar mandi di dalam, tetapi berbau yang tidak sedap dan kotor, tidak sesuai dengan kata yang disematkan (VIP),” Terang Aldi.
Untuk mengetahui kondisi dan fasilitas lainnya, Aldi yang juga Ketua DPC J.P.K.P Kecamatan Sapeken, selama perjalanan mencoba melihat kondisi dan sekeliling kapal. sampai di ruangan penumpang dengan kursi yang bisa disandarkan, mendapati kondisi yang tidak jauh beda dengan kamar VIP.
“Ternyata keadaannya sama dengan kamar yang saya sewa, itu (AC) juga mati, karena AC nya juga mati maka penumpang harus membuka pintu dan jendela dengan harapan dapat sedikit membantu sirkulasi udara, karena kepanasan dan kegerahan,” Ujar Aldi.
Menurutnya, kendati dari sekian banyak kekurangan pada kondisi dan fasilitas dari Kapal DBS-3, Namun ada satu kelebihan yang sangat diapresiasi oleh Aldi.
“Sesaat sebelum berangkat, penumpang diminta berdoa bersama melalui instruksi dari pengeras suara. Begitu juga setiap waktu sholat tiba, maka ada pemberitahuan kepada penumpang untuk melaksanakan sholat, disertai arahan kiblat yang tepat.
Jadi kedepannya kami berharap ada perbaikan pelayanan, perbaikan fasilitas umum yang sudah rusak, dikarenakan kapal DBS-3 kategori kapal yang relatif masih baru,” Pungkas Aldi.
|BACA : Dengan PBI-D Pemkab Sumenep Hadir Untuk Masyarakat Miskin
Repoter : Enno Sapsup
Editor : Team J.P.K.P
Publisher: Pemred
Salam Perjuangan Tanpa Batas





Respon (1)