SUMENEP, DapurRakyatNews – CSR Migas Kangean Energi Indonesia (KEI) direalisasikan, masyarakat Kepulauan Sapeken, Sumenep, Madura, berharap peningkatan pelayanan kesehatan.
CSR, sebuah singkatan dari Corporate Social Responsibility, yang berarti tanggung jawab sosial sebuah perusahaan terhadap wilayah sekitar, dimana perusahaan tersebut beraktivitas.
Kecamatan Sapeken yang terdiri dari 11 desa, merupakan salah satu wilayah dimana Perusahaan KEI melakukan kegiatan eksploitasi Migas, tepatnya berlokasi di Desa Pagerungan Besar, dan wilayah satunya lagi berada di kepulauan Ra’as.
Baca Juga : KEI Realisasikan CSR SKK Migas, Bupati Tegaskan Harus Dinikmati Masyakarat
Secara geografis kewilayahan, amatlah wajar apabila daerah Kepulauan Sapeken menerima manfaat yang paling besar dari CSR Migas KEI, baik itu dari sisi fasilitas umum seperti fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, maupun dari sisi pemberdayaan masyarakatnya.
Sangat disayangkan hal tersebut masih berbanding terbalik, dengan masih adanya korban pada masyarakat Kepulauan Sapeken, akibat dari minimnya fasilitas pelayanan kesehatan.
Akidtul Nawaddah, seorang Pasien asal Desa Pagerungan Kecil harus merelakan kehilangan janinnya pada, Selasa (02/06). Setelah harus dirujuk ke RSUD di Sumenep, karena tak dapat ditangani oleh Puskesmas Sapeken yang terbatas dalam peralatan kesehatan.
Seperti yang disampaikan oleh Malik, perwakilan pihak keluarga Pasien kepada Dapur Rakyat News, “Akidtul memang asli orang Pagerungan Kecil yang berdomisili di Sumenep, karena ingin melahirkan di kampung halamannya, lalu pulang ke desanya.” Ujarnya.
Pihak keluarga tersebut melanjutkan, “Ternyata ada permasalahan dengan kondisi janinnya sehingga harus dirujuk ke Sumenep, yang lebih lengkap alat-alatnya (fasilitas peralatan kesehatan_red).” Tukas Malik, Jum’at (4/6).
Baca Juga : Lokakarya Penanggulangan TBC di Masa Pandemi Covid-19
Salah satu pegawai Puskesmas Sapeken yang tidak kami sebutkan namanya mengungkapkan, “pasien dirujuk karena letak lintang dan janin sudah dalam kondisi meninggal sejak di Pagerungan,” Ucapnya.
Pegawai Puskesmas Sapeken lainnya yang juga tidak kami sebutkan namanya, menyampaikan harapannya agar CSR Migas KEI, dapat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kepulauan Sapeken.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, Akidtul Nawaddah, yang sempat mengalami kendala transportasi saat akan dirujuk, Saat ini sudah berada di RSUD Sumenep.
Awak Media Dapur Rakyat News kemudian menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Sumenep Agus Mulyono, M.C.H., untuk mengkonfirmasi hal tersebut.
“Sudah saya tegaskan harus segera rujuk dan laporkan segera ke dr. Spesialis RSUD Moh. Anwar, Diikutkan kapal cepat (Express Bahari_red) semoga lancar selamat.” Tegasnya.
Agus Mulyono juga menambahkan, bahwa Pasien harus ditangani oleh dokter spesialis. Selain itu, pengantar Pasien (keluarga_red) disediakan rumah singgah dan biaya yang dirujuk diupayakan pada Program Jampersal.
Baca Juga : 20 Pejabat Dinkes Banten Undur Diri, Pengamat: Jika Mereka Tidak Terlibat Kenapa Khawatir?
Tahun 2020 lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep telah membangun Puskesmas Induk Pagerungan Besar, diharapkan puskesmas tersebut dapat mengatasi pelayanan kesehatan di Kepulauan Sapeken, secara konkrit.
Dimana CSR Migas KEI juga tetap dinantikan kontribusinya pada peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan, sebagaimana harapan masyarakat banyak, di sekitar tempat eksploitasi migas di Kepulauan Sapeken berada.





Respon (4)