Akhirnya, Polisi Akan Jemput Paksa Vina Saktiani

- Editorial Team

Sabtu, 22 Mei 2021 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra [dok]

Photo : Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra [dok]

TANJUNGPINANG, DapurRakyatNews – Satreskrim Polres Tanjungpinang akan melakukan penjemputan paksa, terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Tanjungpinang, Vina Saktiani yang tersandung kasus dugaan penipuan penerimaan seleksi Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN).

Dalam hal ini, Vina Saktiani mangkir dari panggilan Polisi sebanyak dua kali. Panggilan pertama pada Senin (26/4), kemudian pemanggilan yang kedua pada awal Mei 2021 yang lalu.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra, membenarkan bahwa pihaknya akan melakukan penjemputan paksa terhadap Vina Saktiani. Sebab kata dia, Vina Saktiani tidak koperatif dalam memenuhi panggilan Polisi.

“Kita akan lakukan upaya lain, dengan menjemput secara paksa,” ujar AKP Rio saat dikonfirmasi pada Sabtu (21/5/2021) siang.

Baca Juga : Gara-gara Si Narko, Seorang Buruh Berurusan Dengan Polisi

Sebelumnya, Penasehat Hukum Vina Saktiani, Agus Riawantoro menyampaikan bahwa Vina absen dari panggilan Polisi pada Senin (26/4/2021) yang lalu disebabkan sedang berada di Pekan Baru, Riau.

Baca Juga:  Bupati Meminta ASN Sumenep Disiplin Waktu dan Tingkatkan Kepatuhan terhadap Aturan

“Ya Vina tidak bisa memenuhi panggilan Satreskrim, karena yang bersangkutan posisinya di Pekanbaru. Dan kita sudah mengirimkan surat permohonan soal hal ini,” ujar Agus di Mapolres Tanjungpinang saat pemeriksaan pertama.

Agus sempat meminta kepada Satreskrim untuk melakukan pemeriksaan terhadap Vina Saktiani, pada bulan Mei 2021 mendatang atau selesai Lebaran Idul Fitri.

“Karena Vina bisa kembali kesini saat lebaran, jadi mengajukan surat permohonan dan meminta untuk pemeriksaan selesai lebaran. Ini Sifatnya permohonan kita dan terserah pihak Polissi apakah diterima atau tidak,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ambulan Ambu Gellu Sambangi Burnik City, 45 Warga Terlayani dalam 90 Menit

Diketahui, Vina Saktiani ditetapkan sebagai tersangka penipuan seleksi IPDN pada Kamis (22/4/2021) bulan lalu.

Oknum Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tanjungpinang tersebut, sudah menipu korbannya senilai Rp 300 Juta. Akibat perbuatannya, tersangka Vina Saktiani di jerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Baca Juga : Sempat Mangkir, Polisi Kembali Panggil Oknum ASN Pemkot Tanjungpinang

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:31 WIB

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru