SUMENEP, DapurRakyatNews – Ramainya perbincangan tentang sejumlah 20 orang TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dari Malaysia, yang menolak tidur di kamar yang disediakan oleh RIDC Batuan Sumenep, terus berlanjut di tengah masyarakat.
Pada hari Minggu (2/5) sebanyak 20 orang TKI yang dijemput oleh Pemkab Sumenep dari Sukolilo, Surabaya. Kemudian sesampainya di RIDC Batuan Sumenep, mereka memilih tidur di selasar gedung, dengan alasan fasilitas yang terdapat di ruangan kamar, tidak layak digunakan karena kurang kebersihannya.
Baca Juga : Tidak Betah Dikarantina, Pahlawan Devisa di RIDC Memaksa Pulang
Menanggapi pemberitaan terkait hal tersebut, Ketua KWK (Komunitas Warga Kepulauan) H. Safiudin, memberikan komentarnya.
“Pekerja dari luar negeri harus dikantina sesuai waktu yg ditentukan oleh Satgas Covid-19. Kita semua wajib mendukung jangan ada yg mengganggu tugas-tugasnya.” Ujar pria yang kerap disapa H. Piu.
Namun demikian, menurut H. Piu, satgas harus menjelaskan, sosialisasi tentang varian baru, mutasi baru virus tersebut, termasuk berapa hari masa inkubasinya.
Lantas H. Piu melanjutkan, “Media wajib hukumnya mendukung, jangan membuat Satgas Covid-19 dan segenap team yang bertugas berada dalam tekanan.”
Agus Junaidi Ketua DPD J.P.K.P Sumenep kemudian memberikan tanggapannya atas pernyataan H. Piu tersebut.
“Media diharapkan tetap dapat menjalankan tugasnya sebagai fungsi kontrol sosial, agar pelayanan beserta fasilitas yang diberikan terhadap ‘pahlawan devisa’ kita, sudah sesuai dengan aturan serta penganggaran yang ada.” Tegas Agus.
Lebih jauh, Agus juga lalu menyampaikan bahwa, jangan sampai mereka (para TKI_red), dianggap emas di negeri orang, dianggap sampah di negeri sendiri.
“Sudah sepatutnya mereka yang jauh meninggalkan kampung halamannya, hanya demi untuk mendapatkan upah yang pantas, diperlakukan dengan sebagaimana mestinya.
Karena di tangan mereka lah diharapkan dapat merangsang perputaran uang di Sumenep, dari hasil kerja para TKI di negeri asing.” Pungkas Agus yang juga pernah bekerja Provinsi Saitama Jepang selama 2 tahun itu.
Saat awak media Dapur Rakyat News melakukan peliputan di RICD Batuan Sumenep tempo hari (2/5), memang tampak bahwa faktor kebersihan sangat kurang memadai. Sehingga para TKI enggan untuk sekedar berbaring di dalam kamar, melepas lelah.
Baca Juga : BreakingNews: DBS III Muncul Kembali
Pewarta : Faldy Aditya
Editor : Didi Julak




