Selanjutnya Rahamdi menuturkan bahwa sejumlah barang atau material yang diterima Ibu Saonil, jika diuangkan berjumlah Rp.10.211.000 ditambah untuk biaya ongkos tukang Rp.1.878.000, maka jumlah keseluruhan (total) yang diterima Ibu Saonil lebih kurang Rp.12.089.000 (dua belas juta delapan puluh sembilan ribu rupiah).
“Rincian harga bahan atau material tersebut berdasarkan harga di toko tempat pembelian barang itu,” ungkapnya.
Ditanya, apakah KPM program bantuan RTLH di desa Saronggi, menerima jumlah sama seperti Ibu Saonil?
“Tidak, tidak sama mas, Buk Saonil menerima lebih kurang Rp.12.089.000, dan Buk Mukiye menerima total jumlah lebih kurang Rp.11.000.000, dan Pak Narso, menerima lebih kurang Rp.12.029.000.,” jelasnya.
Narso, salah satu KPM bantuan RTLH di dusun Saronggi desa Saronggi menceritakan bahwa berdasarkan hasil rapat sebelum dilaksanakan bantuan RTLH tersebut, disepakati tidak ada pemotongan dari anggaran yakni Rp.17.500.000 (tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).

“Saya tanyakan ke pihak toko tempat beli bahan bangunan dan juga ke tempat beli material lainnya, maka jika ditotal, saya hanya menerima Rp.12.029.000,” tukasnya.





Respon (1)