Berita  

Sering Terkendala Mesin, Pemerintah Daerah Desak Kemenhub Lakukan Peremajaan Kapal

Pemerintah

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan terus berupaya melakukan regenerasi armada kapal laut yang melayani rute dari Pelabuhan Kalianget menuju Kepulauan Sapudi dan Raas.

Pemerintah Daerah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengadaan kapal yang lebih besar, aman, dan memiliki dua mesin, guna menjamin keberlangsungan dan kenyamanan transportasi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Sumenep, Drs. Yayak Nurwahyudi, M.Si., menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respon atas keluhan masyarakat kepulauan yang mengharapkan kapal yang lebih layak, lebih besar, dan memiliki performa mesin yang lebih andal.

“Pemerintah Daerah melalui Bapak Bupati telah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan pada pertengahan tahun 2024, agar pemenang tender pengelola layanan transportasi laut untuk Sapudi dan Raas dapat menyediakan kapal yang lebih besar serta dilengkapi dengan dua mesin,” ungkap Yayak Nurwahyudi kepada Dapurrakyatnews. 

Ia menyebutkan bahwa kapal-kapal yang saat ini beroperasi di rute tersebut kerap mengalami gangguan teknis, khususnya pada sistem mesin, yang menyebabkan keterlambatan dan bahkan pembatalan keberangkatan kapal.

“Harapannya, pemenang tender dapat menyediakan kapal yang lebih baik, nyaman, dan memiliki daya tahan operasional yang tinggi, sehingga kejadian gangguan mesin seperti yang selama ini sering terjadi bisa diminimalisir,” tambahnya.

Pemerintah Daerah, kata Yayak, memahami betul kebutuhan masyarakat kepulauan akan moda transportasi laut yang aman dan layak, dan akan terus berupaya memperjuangkan pengadaan kapal yang sesuai standar pelayanan publik.

“Dalam waktu dekat, kami akan kembali melayangkan surat resmi kepada Kementerian Perhubungan sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian kami terhadap kebutuhan masyarakat kepulauan,” ujarnya.

Sementara itu, keluhan kembali muncul dari warga Kepulauan Sapudi terkait batalnya keberangkatan kapal akibat kerusakan mesin. Salah satu warga mengungkapkan kekecewaannya karena kondisi ini bukan terjadi sekali dua kali.

“Ini bukan kali pertama kapal gagal berangkat karena masalah mesin. Kalau hanya sekali, kami bisa memaklumi. Tapi ini sudah sering terjadi, dan kami merasa sangat dirugikan,” ucap warga tersebut.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan akibat minimnya alternatif kapal yang beroperasi.

“Apalagi sekarang hanya satu kapal yang melayani, karena KMP Wicitra Dharma 2 masih dalam masa docking,” jelasnya.

Saat ini, layanan transportasi laut untuk rute Sapudi dan Raas dioperasikan oleh PT Dharma Dwipa Utama dengan dua unit kapal, yaitu KMP Wicitra Dharma 1 dan KMP Wicitra Dharma 2. Namun dengan salah satu kapal dalam masa perawatan (docking), beban pelayanan seluruhnya tertumpu pada satu kapal, yang semakin meningkatkan risiko keterlambatan dan gangguan operasional.

 

Tinggalkan Balasan