SUMENEP, DapurRakyatNews – Masyarakat Kepulauan Sumenep menyuarakan kegelisahan atas minimnya prosedur Prokes (Protokol Kesehatan) yang diterapkan di jalur akses lintas pulau.
Subscribe 👉 Dapur Rakyat News TV
Pemerintah Kabupaten Sumenep saat ini dinantikan ketegasannya menjalankan Prokes. Terutama pada akses pelabuhan yang menghubungkan Sumenep dengan kepulauan, yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Menyediakan alat cuci tangan, hand sanitizer dan wajib masker di setiap Tambat Labuh atau pelabuhan tikus yang ada di Kabupaten Sumenep, harus menjadi perhatian, jika tidak ingin kepulauan menjadi target penyebaran Covid-19 selanjutnya. Dimana Kepulauan Sumenep saat ini masih zona hijau.
Baca Juga : Situbondo Kirim Pulang Warga Ra’as Yang Terkonfirmasi Reaktif
Hasil penelusuran DapurRakyatNews di lapangan diketahui bahwa, masih banyak masyarakat di pelabuhan penyeberangan yang abai dengan anjuran Pemkab Sumenep. Yakni untuk tetap patuh menjalankan 3M (mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak).
Kepada awak media, Puja, panggilan karib Syaiful Anang, aktivis sosial yang juga Ketua DPC J.P.K.P Giligenting, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan.
Baca Juga : Situbondo Kirim Pulang Warga Ra’as Yang Terkonfirmasi Reaktif
“Satgas Gugus Covid-19 di Sumenep harus aktif untuk menyisir tempat-tempat yang mengakibatkan kerumunan. Dan terus mengkroscek pelabuhan-pelabuhan atau tambat labuh yang ada di Sumenep. Apakah disana sudah terpenuhi Prokes-nya seperti, tempat cuci tangan, hand sanitizer dan menerapkan wajib masker.” Ujar Puja, Senin (21/06).
Puja juga mengungkapkan hasil investigasinya di beberapa pelabuhan penyeberangan yang tidak menerapkan Prokes, beberapa diantaranya adalah ;
Pelabuhan Cangkarman – Giliraja
Pelabuhan Kapedi – Giliraja
Pelabuhan Talebung – Giligenting
Pelabuhan Tanjung – Giligenting
Pelabuhan Dungkek – Sepudi
Sementara itu salah satu dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep Agus Mulyono, M.C.H. ketika di konfirmasi mengenai hal tersebut menerangkan bahwasanya prasarana tangkal Covid-19 di pelabuhan ditangani KKP dan KSOP.
Ketika Dapur Rakyat News menyampaikan tentang hasil investigasi Puja, yang tidak menemukan adanya Prokes di sejumlah pelabuhan penyeberangan, Agus menjelaskan. “Harus ada, bisa ditanya ke pelabuhan setempat,” sergahnya.
Baca Juga : Bermasalah Saat Nyalon Kades Sapeken, Tidak Saat Menjadi BPD
Ketidakdisiplinan masyarakat acapkali menjadikan pihak pengelola pelabuhan cenderung abai. Walaupun sebenarnya telah ada anggaran untuk pengadaan peralatan tangkal Covid-19 di fasilitas-fasilitas umum.





Respon (1)