Dapurrakyatnews – Polres Pesisir Selatan menggelar rilis akhir tahun di Lobi Mako Polres Pesisir Selatan, Sumateta Barat, Selasa (31/12/2024) kemarin.
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Pessel, AKBP Derry Indra,S.IK, didampingi Wakapolres, Alwi Haskar dan PJU Polres Pesisir Selatan.
Rilis akhir tahun ini memaparkan berbagai pencapaian, tantangan, dan evaluasi kinerja sepanjang tahun 2024.
Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, S.I K menyampaikan trend ganguan Kamtibmas di tahun 2024, terjadi di wilayah hukum Polres Pessel yang mengalami peningkatan.
Kapolres menjelaskan, terjadi kenaikan 264 kasus dari tahun 2023, yang mana pada tahun 2024 ini ada sebanyak 793 kasus dan tahun 2023 264 kasus. ada mengalami kenaikan sekitar 49,90 persen.
Dari kasus tersebut ada sebanyak 331 kasus telah P21. Sisanya kita akan selesaikan di tahun 2025 ini.
“Kejadian gangguan kamtibmas terbanyak terjadi pada bulan Juli sebanyak 83 kasus,” ungkap AKBP Derry Indra.
Masih kata Kapolres, dalam penerimaan laporan ganguan kamtibmas tertinggi, didominasi Tindak Pidana Penganiayaan Ringan sebanyak 149 kasus, mengalami kenaikan 40 persen dari tahun 2023 sebanyak 109 kasus.
“Begitu juga Tindak Pidana Curamor, KDART, Judi, BBM, dan TPPO dan Juga tambang,” jelasnya.
Ia menuturkan, dari 11 Polsek di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan, Polsek Pancung Soal terbanyak dalam penerimaan laporan ganguan kamtibmas sebanyak 150 kasus.
Sementara untuk laporan ganguan kamtibmas terbanyak berada di Satreskrim Polres Pessel sebanyak 182 kasus selama tahun 2024.
“Sebanyak 331 (41,45 %) kasus telah P21 dan selesai diluar persidangan atau RJ. Sisa tunggakan triwulan ini akan selesai 100 % ,” terangnya.
Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan kepada beberapa orang awak media beberapa hari yang lalu. Untuk perkara Tindak Pidana Narkotika secara kualitas terjadi peningkatan ketimbang tahun 2023 yang lalu.
Peningkatan tersebut pada barang bukti, namun secara kuantitas terjadi penurunan dari 65 kasus pada tahun 2023 dan 62 kasus pada tahun 2024.
Untuk barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 331,94 gram, dengan jumlah tersangka 79 orang, terdiri dari anak – anak, dewasa.
Kemudian untuk Laka lantas juga terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya.
Dimana pada tahun 2023 terdapat 315 kasus, di tahun 2024 terdapat 331 kasus, mengalami kenaikan sebanyak 16 kasus.
“Dari kasus tersebut 51 korban meninggal dunia, sisanya luka berat dan luka ringan,” pungkasnya.




