Perluas Layanan Kesehatan: Perahu Siaga Segera Hadir di Kepulauan Raas dan Kepulauan Sapeken

Perahu Siaga
Perahu Siaga yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Peduli Sosial Kecamatan Gayam, saat akan merapat di Pelabuhan Sapudi dengan membawa jenazah salah satu warga Kecamatan Gayam.

Dapurrakyatnews – Perahu Siaga merupakan salah satu terobosan inovatif Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang digagas melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep.

Program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, yang selama ini terkendala oleh faktor geografis dan keterbatasan transportasi.

Menariknya, operasional Perahu Siaga ini dikelola langsung oleh Kelompok Masyarakat Peduli Sosial Kecamatan Gayam, sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pelayanan publik di bidang kesehatan.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat ini menjadi kekuatan utama, dalam mewujudkan layanan yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sumenep, drg. Elliyah Fardasah, M.Kes., menjelaskan bahwa Perahu Siaga dirancang tidak hanya untuk pelayanan medis darurat, tetapi juga fleksibel dalam fungsinya.

“Sejak awal Januari 2025, Perahu Siaga telah melayani masyarakat di Kepulauan Sapudi, khususnya mendukung operasional Puskesmas Gayam dan Puskesmas Nonggunong,” jelas drg. Elliyah. Selasa (24/6/2025).

“Selain digunakan untuk evakuasi medis dan pelayanan kesehatan keliling, Perahu Siaga juga dapat difungsikan sebagai sarana angkutan jenazah apabila dibutuhkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan ke wilayah kepulauan lainnya.

“Secara bertahap, Perahu Siaga akan hadir di seluruh kecamatan kepulauan. Untuk awal tahun 2026, rencananya akan diperluas ke Kecamatan Raas dan Kecamatan Sapeken,” ungkapnya.

Dengan hadirnya Perahu Siaga, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan layanan kesehatan yang inklusif, menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil.

“Selain itu, untuk memastikan bahwa setiap warga, baik dalam kondisi darurat maupun duka, tetap mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan