Berita  

MUI Sumenep Keluarkan Taushiyah Sambut Ramadhan 1446 H, Ini Imbauannya

MUI

Dapurrakyatnews – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025 Masehi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep, mengeluarkan taushiyah berisi berbagai imbauan bagi umat Islam.

Taushiyah ini dikeluarkan dengan harapan, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan khusyuk dan penuh makna. Rabu (26/2/2025).

Dalam taushiyah yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI Sumenep, KH. Moh. Shaleh A. Rahman, dan Sekretaris Umum, Musthafa, S.Ag., M.Pd.I, umat Islam diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya kembali bulan penuh berkah ini. MUI juga menekankan pentingnya memperbanyak ibadah, baik dalam bentuk shalat, doa, maupun amalan lainnya yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Menjaga Kesucian Ramadhan dan Memperbanyak Ibadah

MUI Sumenep mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang mulia dan penuh rahmat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan berbagai amalan ibadah seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan doa di malam hari, termasuk tahajud. Selain itu, mereka juga dihimbau untuk menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi pahala ibadah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam interaksi di media sosial.

Dalam rangka memeriahkan syiar Islam, MUI menganjurkan lembaga pendidikan, organisasi Islam, serta takmir masjid untuk mengadakan kegiatan keagamaan seperti pesantren Ramadhan, ceramah, dan kursus keagamaan.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman umat Islam tentang ajaran agama, terutama dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini.

Menjaga Keamanan dan Menghormati Perbedaan

Dalam taushiyahnya, MUI Sumenep juga menyerukan kepada umat Islam untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama Ramadhan. Perdebatan terkait masalah furu’iyah (cabang agama) seperti jumlah rakaat shalat tarawih dan qunut dalam witir, diharapkan dapat dihindari agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghormati dan mengikuti keputusan pemerintah, dalam penentuan awal Ramadhan dan Idul Fitri. MUI berharap agar tidak ada perbedaan yang berujung pada perpecahan di tengah umat Islam.

Momentum Berbagi dan Solidaritas Sosial

Ramadhan, juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial. MUI Sumenep mengajak umat Islam untuk berbagi rezeki melalui infaq, shadaqah, dan zakat. Dengan berbagi, diharapkan kesejahteraan sosial dapat meningkat, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Terakhir, MUI juga meminta aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan demi menjaga ketertiban selama bulan suci ini. Hal ini bertujuan agar umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Dengan taushiyah ini, MUI Sumenep berharap seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumenep, dapat menyambut Ramadhan dengan penuh kebersamaan, kedamaian, dan ketaatan kepada Allah SWT.

 

Tinggalkan Balasan