Dapurrakyatnews – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni, melantik dan mengambil sumpah 32 Wali Nagari terpilih beserta Ketua TP-PKK/TP Posyandu Nagari periode 2026–2034 di Gedung Painan Convention Center (PCC), Selasa (6/1/2026).
Pelantikan ini merupakan lanjutan dari pelantikan sebelumnya terhadap 24 Wali Nagari yang digelar di Kantor Perwakilan Pemda Pesisir Selatan di Tapan.
Dalam sambutannya, Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa jabatan wali nagari adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
“Saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudara yang baru saja dilantik sebagai Wali Nagari terpilih. Jabatan ini adalah amanah yang tidak boleh disia-siakan. Tadi saudara sudah disumpah,” ujar Hendrajoni.
Hendrajoni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia Pilwana, jajaran TNI-Polri, serta Forkopimca yang telah berperan aktif menyukseskan pesta demokrasi di tingkat nagari.
Bupati juga mengingatkan bahwa masa jabatan wali nagari berlangsung selama delapan tahun, lebih lama dibandingkan masa jabatan bupati maupun anggota DPRD. Oleh karena itu, ia meminta para wali nagari benar-benar menjalankan amanah dengan adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Segera lakukan konsolidasi, hilangkan sekat-sekat. Jangan ada pelayanan tebang pilih. Wali nagari adalah pelayan masyarakat, berikan pelayanan yang baik dan prima kepada masyarakat,” ucapnya lagi.
Selain itu, Hendrajoni menekankan pentingnya pemahaman regulasi serta pengelolaan dana desa secara transparan dan akuntabel. Ia juga meminta agar visi dan program unggulan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dapat diwujudkan hingga ke tingkat nagari.
Program unggulan tersebut meliputi lima prioritas berbasis nagari, yakni Nagari Kanyang (ketahanan pangan), Nagari Pandai (pendidikan unggul), Nagari Mangaji (religius dan budaya), Nagari Sehat (kesehatan merata), serta Nagari Sejahtera (ekonomi dan kesejahteraan). Seluruh program itu terintegrasi dalam RPJMD 2025–2029.
“Jaga nilai-nilai adat dan budaya ditengah masyarakat, tingkatkan digitalisasi. Nagari tidak boleh tertinggal dan harus menjadi pemerintahan yang modern,” tambahnya.
Kepada para istri wali nagari yang dilantik sebagai Ketua TP-PKK dan TP Posyandu Nagari, Hendrajoni juga berpesan agar menjadi penyemangat sekaligus pengingat bagi suami dalam menjalankan tugas.
“Jadilah pendamping yang baik, ingatkan suami agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik,” pesannya.
Di akhir sambutan, Hendrajoni menegaskan komitmennya untuk bekerja cepat dan melakukan pengawasan langsung ke lapangan.
“Tidak ada lagi yang duduk-duduk manis di kantor. Nanti saya akan sidak ke kantor wali nagari. Saya harap wali nagari yang baru dilantik siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan Pesisir Selatan yang tumbuh, maju, dan berkembang,” tegasnya.
Pelantikan tersebut, merupakan tindakan lanjutan setelah dilakukannya pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak pada 17 Desember 2025 lalu.
Dari total 58 nagari yang melaksanakan Pilwana serentak, sebanyak 56 Wali Nagari telah resmi dilantik. Sementara dua nagari lainnya masih menunggu penyelesaian sengketa hasil Pilwana yang diajukan oleh calon wali nagari.
Terkait dua nagari yang masih bersengketa, Hendrajoni menyampaikan bahwa proses tersebut merupakan hak konstitusional para calon. Namun demikian, ia berharap penyelesaiannya tetap mengedepankan aturan hukum yang berlaku dan tetap menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.
“Saya berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai regulasi, dan kepada nagari yang bersengketa diharapkan tetap menjaga ketertiban dan keamanan,” pintanya.




