Dapurrakyatnews – Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. Sunarto, SH., MH., menghadiri acara Wisuda Hifdzil Qur’an ke-III di Rumah Tahfidz Al-Qur’an Ustadz Abdul Kadir Mudhary, Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur.
Rumah tahfidz tersebut berada di bawah naungan Yayasan R. Abd Alim Mertawasisa, yang juga diketuai oleh Prof. Sunarto. Sabtu Pagi (28/6/2025).
Dalam sambutannya, Prof. Sunarto menegaskan bahwa pendidikan keagamaan seperti rumah tahfidz memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga benar secara moral dan spiritual.
“Pemerintah tentu bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi kami melalui yayasan ini ingin membantu, agar anak-anak kita tidak hanya pintar, tapi juga benar. Kalau pintar saja tapi tidak benar, itu berbahaya ketika kelak mereka menjadi pemimpin,” kata pria yang lahir di Kelurahan Kepanjangan, Kecamatan Kota Sumenep.
Ia menekankan bahwa bangsa ini membutuhkan pemimpin yang amanah, yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kecerdasan spiritual.
“Negara ini harus diurus oleh orang-orang yang cerdas dan benar. Kalau hanya cerdas tapi tak amanah, bisa celaka bangsa ini. Karena itu rumah tahfidz seperti ini adalah bagian dari upaya membentuk generasi yang utuh,” imbuhnya.
Prof. Sunarto juga menceritakan sejarah pendirian rumah tahfidz tersebut yang tidak lepas dari semangat wakaf keluarga besarnya. Ia mengungkapkan bahwa tanah dan bangunan yang kini difungsikan sebagai masjid, madrasah, dan rumah tahfidz berasal dari wakaf ahli waris dua tokoh besar, yakni Hj. Alim Marto Waseso dan Ustadz Abdul Kadir Mudhary.
“Tanah ini dulunya adalah rumah keluarga kami, dibangun tahun 1902. Setelah melalui proses panjang dan kesepakatan 153 ahli waris, akhirnya pada 2013 kami sepakat mewakafkannya untuk kepentingan umat. Tahun 2015, kami bangun masjid bernama Al-Alim, lalu madrasah, dan akhirnya rumah tahfidz ini yang kami beri nama Ustadz Abdul Kadir Mudhary untuk menghormati jasa beliau,” jelasnya.
Prof. Sunarto juga menyampaikan rasa syukurnya bahwa rumah tahfidz ini sudah melaksanakan wisuda ke-III, dengan capaian hafalan tertinggi mencapai 15 juz.
“Alhamdulillah, ini wisuda yang ketiga, dan capaian hafalan para santri luar biasa. Semoga Rumah Tahfidz ini terus istiqamah dalam misinya, menjadi bagian dari gerakan mencerdaskan dan menyejahterakan umat, bukan hanya dunia, tetapi juga akhirat,” pungkasnya.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, ketua Pengadilan Agama Sumenep, Sekretaris Yayasan yang juga kepala DPMPTSP, R. Abd Rahman Riadi, pengurus yayasan, tokoh masyarakat, wali santri, serta masyarakat setempat.




