Dapurrakyatnews – Untuk kali kedua, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berhasil mempertahan Piala Bergilir ajang Penganugerahan Sabernova (Sampang Berkreasi dan Berinovasi) Awards Tahun 2024, yang digelar Pemkab Sampang melalui Bappedalitbang setempat, pada Selasa (12/11/2024) lalu.
Raihan prestisius ini, juga dibarengi dengan keberhasilan menyabet juara 1 terinovatif kategori perangkat daerah, dengan menyisihkan 4 nominator kontestan lainnya.
Kepala Disperta KP Sampang, Suyono, mengatakan, pihaknya membawahi pertanian, peternakan, perkebunan, ketahanan pangan dan penyuluhan yang berujung pada petani dan peternak.
Dalam menuju dan mencapai kata sejahtera, menurut Yono, sapaan akrabnya, para petani dan peternak ini mengalami masalah.
“Nah disinilah, teman-teman kita ini punya inovasi untuk membantu dalam memecahkan permasalahan berikut solusinya, yang kemudian akan membawa petani dan peternak ini lebih sejahtera,” jelas Yono, Jumat (15/11/2024).
Terutama, adanya kemurahan dan kemudahan dalam usaha taninya, tambaknya, produksinya meningkat, sehingga pendapatannya mereka bisa meningkat.
“Dalam upaya itu, saya sebagai kepala dinas mewajibkan kepada setiap petugas, minimal punya satu inovasi. Setiap BPP (Balai Penyuluh Pertanian-red), Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan-red) minimal punya satu inovasi. Seperti itu yang saya lakukan,” ujar beber Yono.
Dari inovasi-inovasi yang ada, papar Yono, pihaknya menggelar event di internal Dispertan KP dengan nama Intani (Inovasi Pertanian) yang digelar setiap tahun.
Dari beberapa inovasi yang ada di event Intani itu, akan muncul nominator-nominatornya dan di ranking. Lalu, diikutsertakan pada lomba Sabernova Awards yang digelar Pemkab Sampang.
“Inovasi ini tidak berhenti di Intani saja, tapi ada upgrade dan kita tingkatkan lagi,” terangnya.
Semisal, inovasi Spot Top, yaitu bagaimana cara mengendalikan hama penyakit yang difasilitasi oleh petugas, yang kemudian di upgrade menjadi inovasi Estu Eleng (Spot Top Elektronik Keliling), yang memberikan obat hama (pestisida) secara gratis bagi para petani yang membutuhkan.
Pada tahun ini, pihaknya memiliki inovasi Si Mantap (Sistem Manajemen Aset Pertanian), yaitu bagaimana mengelola alsintan (Alat dan Mesin Pertanian) untuk dimaksimalkan.
Di inovasi ini, akan dengan mudah dan cepat menemukan daerah yang membutuhkan alat dan mesin.
Yono mengungkap, dari semua inovasi yang masuk sebagai nominator dan berhasil menjadi juara pada ajang Sabernova Awards itu, Dispertan KP memiliki nilai kematangan diatas 100.
Kemudian, ada beberapa ASN dan Kelompok Tani yang masuk sebagai nominator. Bahkan, yang berasal dari Kecamatan Omben berhasil meraih juara 2.
“Kepada teman-teman di Disperta KP saya sampaikan, bahwa berinovasi itu tidak harus dengan biaya mahal, sederhana saja. Terpenting, ada peningkatan atau proses peralihan ke versi yang lebih baru dari perangkat aplikasi sebelumnya. Dan jangan lupa, harus bermanfaat buat masyarakat,” pesannya.
Dicontohkannya, di BPP Jrengik ada inovasi Dongeng si Mulen, yang berupaya mendongkrak produksi jagung yang awalnya 2 ton menjadi diatas 2 Ton. Inovasi ini masuk 5 besar dan berhasil menyabet juara harapan 2 kategori umum, di ajang Sabernova Awards 2024.
“Tahun ini, Alhamdulillah, dinas kami menyabet juara 1 terinovatif. Tahun lalu, piala bergilir dapat kita raih. Dan untuk kedua kalinya, di tahun ini dinas kami kembali mempertahankan piala bergilir Bupati Sampang tersebut,” ucapnya bangga.
Ditanya keberhasilan inovasi Hallo Pus! (Puskeswan) dari BPP Sampang yang telah menyabet juara harapan 1 kategori UPTD, Yono menjelaskan, inovasi tersebut berbentuk aplikasi yang memberi kemudahan kepada para peternak dalam hal breeding, pemerikasaan kesehatan hewan. Ada dokter on call yang sudah disediakan, untuk segera bertindak cepat dalam penanganan.
Kepada para peraih dan mendapat anugerah Sabernova Awards 2024, pihaknya mengucapkan selamat dan terima kasih, khususnya peraih Tretan Inovator, yang Tanpa henti memberikan motivasi untuk terus berinovasi
“Dengan adanya beberapa inovator ini akan dapat membantu masyarakat, baik dari sisi penanggulangan penyakit, kebutuhan alsintan, hingga solusi pembasmian penyakit tanaman dan hewan, serta peningkatan hasil produksi pertanian dan peternakan di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.




