Berita  

Dinas Pendidikan Sumenep Gaungkan Sekolah Responsif Gender, Jadi Pelopor di Indonesia

Responsif
Akhmad Fairusi, S.Pd., M.A.P Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Dapurrakyatnews – Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya, dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan aman bagi semua peserta didik. Melalui program Sekolah Responsif Gender, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep berupaya menjadi pelopor, dalam menciptakan lingkungan belajar yang menghargai kesetaraan gender.

“Kami telah menggaungkan Sekolah Responsif Gender di 14 kecamatan, termasuk Kecamatan Batang-Batang. Tahun ini, kami berharap seluruh kecamatan di Sumenep, baik di daratan maupun kepulauan, dapat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Responsif Gender untuk jenjang TK, SD, dan SMP,” kata  Agua Dwi Saputra, S.Sos, M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Sumenep melalui Akhmad Fairusi, S.Pd., M.A.P Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, implementasikan program ini tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga berharap dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Indonesia.

“Kabupaten Sumenep adalah pelopor sekolah responsif gender di Indonesia. Kami ingin ini menjadi inspirasi bagi daerah lain dan akan mengetuk-tularkan program ini, ke seluruh kabupaten/kota se-Indonesia,” ujarnya.

Bimtek Sekolah Responsif Gender sudah diselenggarakan di tingkat kabupaten dan mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud).

“Kemendikbud mengapresiasi penyelenggaraan Bimtek ini, dan bahkan Bupati Sumenep ditokohkan oleh Tim Inovasi Jawa Timur sebagai pelopor sekolah responsif gender,” lanjutnya.

Program ini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga mengupayakan agar guru lebih peka terhadap kebutuhan siswa.

“Kami berharap, output dari Sekolah Responsif Gender adalah menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak, di mana guru merespon potensi dan kebutuhan siswa, baik dalam prestasi maupun aspek lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut, Akhmad menekankan bahwa program ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan di sekolah.

“Kami berkomitmen agar sekolah responsif gender menjadi solusi dalam mencegah kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual, hingga bullying di lingkungan pendidikan,” ungkapnya.

“Rencananya, program ini akan dituntaskan pada tahun 2024, dan mulai diimplementasikan penuh pada tahun 2025 di seluruh jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. Selasa (17/9/2024).

 

Tinggalkan Balasan