Tak Berkategori  

Demi Vaksinasi, Lautan Lepas Diarungi Masyarakat Sakala

Masyarakat Desa Sakala

Sumenep, DapurRakyatNews – Lamanya perjalanan laut selama 5 jam menuju ke PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Sapeken, tidak menyurutkan tekad puluhan orang warga Desa Sakala, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. Semua itu dilakukan demi vaksinasi.

Sungguh sebuah kesadaran pemenuhan kewajiban yang luar biasa dari masyarakat Desa Sakala, sebuah pulau paling Timur di kepulauan sapeken. Berbanding terbalik dengan masyarakat kebanyakan di wilayah daratan maupun perkotaan Sumenep.

Baca juga : Nadia Arsita Bayi Penderita Gastroschisis Lebih Berarti Daripada Sebuah Proyek Pembangunan

Dengan menggunakan alat tranportasi PLM (Perahu Layar Motor), warga Desa Sakala yang berjumlah 40 orang pria dan wanita tersebut tiba di KPM Sapeken pada Sabtu (31/07) sore. Kedatangan mereka untuk menunaikan program pemerintah agar segenap masyarakat melakukan vaksinasi.

Sesampainya di Sapeken, warga Sakala mendapatkan tindakan vaksinasi oleh Nakes (Tenaga Kesehatan) PKM Sapeken, dan kegiatan vaksinasi masih berlangsung hingga malam ini.

Masyarakat Desa Sakala
Kegiatan Vaksinasi di PKM Sapeken

Ketua DPD J.P.K.P Kabupaten Sumenep Agus Junaidi yang juga putra Kepulauan Sapudi, yang mendapatkan informasi vaksinasi dari WAG (WhatsApp Group) Relawan Vaksinasi memberikan tanggapannya.

“Saya sangat merasakan perjuangan saudara-saudara saya dari Desa Sakala, yang menempuh perjalanan laut yang tidak sebentar dan tentunya sangat melelahkan,” katanya.

Pejabat Sumenep Sindir Administrasi Birokrasi Berbelit RSUD Kebanggaan Sumenep

Agus juga menyampaikan, tidak semua orang bisa melakukan seperti apa yang sudah dilakukan oleh mereka, perjalanan laut yang membutuhkan waktu 5 jam, tentu bukan hal yang mudah. Dengan biaya yang keluar dari kantong pribadi, hanya dengan tujuan menjaga diri sendiri, keluarga mereka dan orang-orang disekitarnya.

“Saya harap Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan setempat bisa memberikan solusi kepada mereka yang tinggal di desa-desa di kepulauan. Karena tidak menutup kemungkinan warga di pulau-pulau yang lain akan tergerak untuk melakukan vaksinasi jika Pemerintah Kabupaten Sumenep menjemput bola dengan mendatangi mereka.” Sambungnya.

Harapan Agus kepada mereka yang mempunyai kebijakan, agar perlakuan mereka yang berada di kepulauan sama dengan mereka yang di daratan. *Agar keadilan sosial tidak hanya sebatas kata-kata.*

H. Achmad Samsuri salah satu Nakes yang pernah bertugas di PKM Sapeken, yang kini kepala PKM Pandian, yang juga tergabung dalam Relawan Vaksinasi Kabupaten Sumenep. Menanggapi apa yang diungkapkan oleh Agus Junaidi.

“Mungkin ada solusi cerdas yang bisa dilakukan oleh teman-teman di Puskesmas Sapeken. Dulu waktu saya dinas di Sapeken ada Program Pelayanan Dacil (Daerah terpencil),”ungkapnya.

Program Itu dilakukan dalam rangka memberikan layanan terpadu kepada masyarakat dikepulauan yang termasuk Wilker Pusk. Dan terjadwal setiap bulan dari pulau ke pulau. Mungkin dengan cara seperti itu bisa mengurangi beban biaya, tenaga dan waktu bagi saudara-saudara kita yang berada di pulau-pulau tersebut.

“Itupun dengan syarat ada koordinasi dengan kepala desa dan perangkat setempat. Sehingga Tim juga bisa memaksimalkan waktu dan terutama juga dengan stock vaksin yg akan dibawa,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan