Dapurrakyatnews, – Dunia moto cross merupakan salah satu olahraga ekstrim dan memacu adrenalin. Bagi mereka yang pria jantan sekalipun belum tentu punya nyali untuk melewati gundukan-gundukan tanah nan berbukit-bukit kecil dengan menggunakan sepeda motornya lalu melayang-layang di udara.
Namun kegiatan adrenalin itulah yang diambil Eka Yuliana Safitri perempuan asal Padang Gading, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.
Para pria patut membelalakkan matanya melihat perempuan 24 tahun itu ketika mengendarai Honda CRF 150 cc.
Eka, begitu sapaan akrabnya merupakan salah satu crosser wanita dari kabupaten Mukomuko yang punya mental juara.
Mengapa demikian, sebagai pembalap pemula tapi selalu menggila di lintasan terjal dengan gundukan tanah tersebut.
Karena baru satu tahun terjun di dunia moto cross, Eka sudah punya prestasi dan menjadi pembalap wanita yang banyak diminati.
“Saya mulai mengendarai motor cross dan ikut event pada akhir tahun 202. Saya melihat orang-orang (laki-laki) mengendarai motor, dan saya pun ingin mengendarainya,” ujar Eka kepada Dapurrakyatnews.com saat dihubungi via telepon, Jumat (28/2/2025) malam.
Diceritakan Eka, ia mulanya muncul niat di dunia motor pada tahun 2022 saat menonton motor cross. Dari event tersebut tersentuhlah hatinya ingin menjadi pembalap.
“Aku juga bisa kok. Aku juga harus coba jadi pembalap moto cross seperti mereka,” ungkapnya.
Olahraga ekstrim tersebutpun dijalaninya. Pada tahun 2023, ia memberanikan diri untuk ikut event Grasstrack.
“Walaupun pada ajang pertama saya ikut belum juara dan belum bisa raih podium, tapi tetap tidak menyerah,” terangnya.
Jatuh bangun dilalui oleh Eka, tidak membuatnya menyerah. Pada event berikutnya ia terus berjuang dan meningkatkan performanya hingga meraih podium.
“Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada 4 trofi yang saya dapatkan dalam setahun saya ikut event GTX,” ujar anak tunggal dari Jumilan dan Almh. Umini.
Crosser cantik mukomuko ini tidak mudah untuk mendapatkan izin untuk balapan dari keluarga.
Sempat tidak diizinkan oleh orangtua, namun karena niat dan kegigihannya akhirnya mendapat restu juga.
Selain nyali GTX yang melewati gundukan-gundukan tanah nan berbukit-bukit kecil dengan melayang di udara. Eka juga sering ikut uji mental di ajang trabas dengan medan dan tanjakan yang terjal.
Jika ditanyakan, lebih suka GTX atau trabas, eka menjelaskan, semua itu punya tantangan dan keasikan tersendiri.
“GTX itu seru karena kita saling bersaingan dengan crosser lain untuk meraih posisi depan dan podium, sedangkan Trabas itu asyik dengan momen dan ceritanya dengan pembalap lain tanpa ada persaingan,” jelas Single mon satu anak tersebut.
Kedepannya, Eka ingin terus meningkatkan performanya di GTX dan Trabas. Terkhusus GTX ingin terus berusaha untuk podium terus hingga juara.
“Saya ingin berusaha upgrade terus disetiap race menampilkan yang terbaik,” pungkasnya.
