SUMENEP, DapurRakyatNews – Kasus Covid-19 di Kabupaten Sumenep Jawa Timur, sejak awal bulan juni ini mengalami peningkatan sangat signifikan. Hampir semua Rumah Sakit yang ada di kota keris ini, telah didominasi pasien korban covid-19. Bahkan beberapa daerah terutama kepulauan mencapai belasan kasus konfirmasi positif setiap harinya.
Subscribe👉 Dapur Rakyat News TV
Untuk membantu peran Pemerintah dalam mencegah peningkatan kasus positif baru dan mempercepat penanganan kasus Covid-19 di Bumi Arya Wiraraja, GUSDURian Peduli mewujudkan program Compok Sehat Sumenep (CSS).
Program Compok Sehat Sumenep ini diharapkan menjadi Inisiator Non Pemerintah untuk mencegah dan menangani kasus Covid-19 lebih awal sebelum kondisi Sumenep bertambah parah dan memasuki fase kolaps. Kegiatan utama program CSS ini adalah Kampanye, edukasi, konsultasi medis dan bantuan kesehatan, penyediaan fasilitas rumah isolasi serta bantuan sosial.
Baca Juga : Hadirnya Koarmada II TNI-AL di Kepulauan Sapeken Buktikan OPD Terkait Sumenep Lelet
Khusus di Sumenep, direncanakan Fasilitas Rumah Isolasi dalam program CSS ini terbagi menjadi dua platform, yaitu : Pertama ialah Door To Door Isolasi Mandiri, berupa pendampingan terjadwal dari relawan dan tenaga kesehatan bagi warga yang melakukan isolasi mandiri dengan memberikan konsultasi medis dan layanan kesehatan seperti checkup, pemberian obat-obatan dan vitamin, masker atau bahkan rapid antigen langsung di rumah.
Baca Juga : Kepulauan Sumenep Darurat Covid-19, RS Terapung Hanya Mengapung
Sedangkan platform kedua ialah, berupa Rumah Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC), sebuah fasilitas rawat inap dan layanan kesehatan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tanpa penyakit penyerta dan tanpa gejala. Adapun rencana fasilitas RIDC ini, direncanakan akan disediakan pada dua titik, satu di kota sekitaran jalan halim perdana kusuma dan satu lagi di Kepulauan sapeken.
Gerakan kemanusiaan di Sumenep ini bukan yang pertama, Sebelumnya GUSDURian Peduli juga sukses mewujudkan program CSS di kabupaten Bangkalan. Sebuah fasilitas RIDC berdiri di daerah Sombudan, Kampak, Geger, Kabupaten Bangkalan.
Baca Juga : Pelan Tapi Pasti, Pemkab Sumenep Tinggalkan Absensi Konvensional
Disana para relawan DUSDURian Peduli memberikan dukungan taktis ke pemerintah setempat, berupa bantuan tracing warga yang berkontak dengan pasien Covid-19, layanan rapid antigen, kampanye edukasi kepada warga serta bantuan sosial pengadaan sembako untuk yang keluarga terdampak, bersama Kodim Bangkalan, Polres Bangkalan dan Yayasan Budha Tzu Chi.
Berikut sebagian tim yang menggawangi Program Kemanusiaan Darurat Covid-19 di Sumenep ;
Penanggung Jawab Program Compok Sehat Sumenep, KH. Muhammad Shalahuddin (Ra Mamak) PP. Annuqayah, Guluk-Guluk
Koordinator Compok Sehat, M. Rizky Lazuardi (Herbalis)
Koordinator Logistik dan Dapur Umum, Habibul (GUSDURian Peduli)
Koordinator Dokter dan Tenaga Kesehatan, dr. Ronald Ardiles
Koordinator Relawan, Faiqul Khair dan Koordinator Media, Ferry Saputra
Baca Juga : Situbondo Kirim Pulang Warga Ra’as Yang Terkonfirmasi Reaktif
Sampai hari ini, Relawan Compok Sehat sudah bergerak melakukan beberapa agenda kegiatan kemanusiaan di sumenep, seperti; sudah menyiapkan dua posko di Pagerungan Besar dan Desa Sapeken untuk pusat logistik dan relawan CSS untuk daerah kepulauan, memberikan bantuan APD dan masker untuk tenaga kesehatan dan warga di kepulauan Sapeken.

Mengumpulkan dana dari relawan, donatur dan penggalang dana (fundraiser) untuk membeli sebuah ambulan laut guna transportasi evakuasi pasien Covid-19 di kepulauan Sumenep. Serta mengkoordinasikan bantuan penanganan lonjakan kasus Covid-19 di Kepulauan Sapeken dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) melalui Pangkoarmada II bersama Pemkab Sumenep.
Baca Juga : Mengejutkan, Kerumunan Massa Dihadiri Orang Nomor Dua Sumenep
Para relawan di Sumenep untuk secepatnya akan mengirimkan bantuan kapal darurat, menerapkan strategi kampanye dan edukasi, vaksinn obat-obatan dan APD, penempatan nakes in-charge, pembangunan shelter/posko, serta tenaga operasional antar pulau di titik kritis Desa Sapeken dan pulau sekitarnya.
Program kemanusiaan ini adalah inisiasi bersama GUSDURian Peduli, Jaringan GUSDURian, RMI-PBNU Dan PDNU.





Respon (1)