Dapurrakyatnews – Seluruh kepala daerah dan kepala DPMPTSP se-Jawa Timur, berkumpul di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangka High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur 2025, pada hari Selasa (15/7/2025).
Pertemuan ini menjadi wadah bagi para pemimpin daerah untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam mewujudkan iklim investasi yang ramah, kondusif, serta berkelanjutan demi mendongkrak pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.
Sebagai tindak lanjut pertemuan tersebut, pada hari Selasa (19/8) Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menandatangani Deklarasi Investasi Inklusif dan Bebas Premanisme bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan seluruh bupati serta wali kota se-Jatim.
Deklarasi ini bertujuan menciptakan suasana aman, nyaman, dan memiliki kepastian hukum yang mendorong tumbuhnya investasi di seluruh daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur menekankan pentingnya sinergi lintas daerah untuk memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu pusat investasi terbesar di Indonesia. Menurutnya, iklim investasi yang aman dan inklusif menjadi kunci menarik minat investor baik dalam negeri maupun luar negeri.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa komitmen bersama ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
“Dengan adanya komitmen bersama seperti ini, saya berharap tercipta kondisi yang aman dan kondusif serta kepastian hukum untuk investasi tidak hanya di Kabupaten Sumenep, tetapi juga di seluruh Jawa Timur. Semoga hal ini menjadi katalis untuk menggairahkan dunia investasi di daerah kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa kebijakan inklusif yang digalakkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, akan memberi dampak positif terhadap pemerataan ekonomi masyarakat.
“Saya percaya bahwa penguatan iklim usaha yang inklusif dan berkelanjutan adalah pondasi penting bagi pertumbuhan investasi yang merata. Komitmen ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk membuka peluang ekonomi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Data terkini menunjukkan bahwa tren investasi di Kabupaten Sumenep mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha, kemudahan perizinan, serta kepastian hukum telah menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Kondisi ini diharapkan semakin menguat dengan adanya deklarasi bersama ini.
Penandatanganan deklarasi tersebut menegaskan bahwa Kabupaten Sumenep, siap menjadi daerah ramah investasi. Dengan kondisi yang aman, kepastian hukum yang jelas, dan dukungan pemerintah daerah, peluang terbuka lebar untuk menggairahkan investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.




