SUMENEP, DapurRakyatNews – Aktivis asal Kecamatan Sapeken Kabupaten Sumenep sekaligus sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (DPC J.P.K.P) Kecamatan Sapeken menilai terlalu dini (Prematur) untuk menyatakan Sumenep Zero Covid-19 (Nol kasus Covid-19_red), Minggu (7/03/2019).
RF. Aditya, Ketua DPC J.P.K.P Kecamatan Sapeken kepada media ini menyampaikan bahwa statemen Sumenep Zero Covid-19 yang dimuat di beberapa media online itu terlalu prematur, sebab menurut Aditya dibeberapa tempat pelayanan kesehatan di Sumenep masih ada sejumlah kasus Covid-19 yang masih dalam perawatan atau pengawasan Nakes.
“Statemen Sumenep Zero Covid-19 di media itu terlalu prematur, buktinya di RSUD Moh. Anwar Sumenep masih ada penderita Suspect Covid-19 yang masih dalam pengawasan Nakes,” ujarnya.
Selain itu kata Aditya, hasil percakapan via telefon dengan salah satu tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Sapeken Kabupaten Sumenep menjelaskan bahwa sampai hari ini (5/03) masih ada pasien Suspect atau reaktif Covid-19 yang masih dalam pengawasan Nakes Puskesmas Sapeken.
“Informasi dari Nakes Puskesmas Sapeken itu mas.., sebenarnya masih banyak kasus pasien yang suspect Covid-19 dan reaktif di kepulauan, begitu juga di Puskesmas Kangayan. Dan Sejumlah pasien di Puskesmas tersebut berasal dari salah satu Pondok Pesantren di kecamatan Kangayan. Jika tidak percaya bahwa di Sapeken masih ada kasus Covid-19, silahkan crosschek ke pihak Puskesmas Sapeken,” tuturnya.
Lebih lanjut Aditya menuturkan hasil percakapannya dengan Nakes Sapeken bahwa dia menyampaikan harapannya.
“Minta tolong mas dibantu komunikasi ke Satgas Covid-19 di Kecamatan Sapeken ini untuk mencegah kerumunan masyarakat di pantai Karang Kongo pada setiap sore hari. Kalau dari kita tidak akan didengar,” pungkas Aditya.
BACA JUGA: R. Agus Junaidi Ketua J.P.K.P Sumenep; Janji Politik Hukumnya Wajib di Penuhi
Pewarta: Didi Julak
Editor: Team J.P.K.P
Publisher: Pemred
Salam Perjuangan Tanpa Batas





Respon (1)