Sumenep, Dapurrakyatnews – Tokoh pemuda Kecamatan Gayam menanggapi pemberitaan di Dapurrakyatnews dengan tajuk APMS Milik BUMD Sumenep Membodohi Warga Pulau Sapudi.
Fero Feriyanto, tokoh pemuda Kecamatan Gayam melalui sambungan telepon menuturkan kepada Dapurrakyatnews, bahwa mahalnya BBM jenis premium di Pulau Sapudi bukan saja menjadi tanggung jawab APMS yang ada di Sapudi.
Baca juga : Kecamatan Kangayan Bangkitkan Semangat Nasionalisme Sambut HUT RI ke-76
“Lokasi APMS berada di Kecamatan Nonggunong, jadi sangat wajar jika BBM tersebut tidak bisa menjangkau Kecamatan Gayam karena faktor geografis,” katanya
Pemuda yang familiar dengan nama panggilan Fero tersebut menambahkan, bahwa dari segi geografis jarak Kecamatan Nonggunong dan Kecamatan Gayam sekitar 10 km. Jelas Masyarakat Kecamatan Gayam tidak akan merasakan manfaat keberadaan APMS, karena mereka enggan untuk membeli ke APMS karena jarak yang jauh.

“Kalau Masyarakat yang ada di Kecamatan Nonggunong pasti akan merasakan manfaat keberadaan APMS tersebut,” sambungnya.
Baca juga : Kasus Konfirmasi Terendah, Kabupaten Sumenep Masuk PPKM Level 4
Menurut sepengatahuan saya dilapangan, mahalnya harga BBM di Kepulauan Sapudi bukan APMS, karena APMS di kecamatan Nonggunong tetap menjual dengan satu harga.
“Kenapa BBM di pulau sapudi mahal, karena para pengecer (kios) membelinya diluar APMS, sehingga membuat harga BBM di Kepulauan Sapudi khususnya di Kecamatan Gayam melambung,” pungkasnya.




