Berita  

Tanki Samator Di RSI Kalianget Dikeluhkan Warga

Tanki Samator Di RSI Kalianget Dikeluhkan Warga
Photo : Proses pemasangan tanki oksigen cair yang dikeluhkan karena terlalu mepet rumah warga

SUMENEP, DapurRakyatNews – Pemasangan Tanki Samator berukuran besar di RSI Kalianget, Sumenep, Madura, membuat warga khawatir dan keberatan.

Diketahui, PT. Samator Gas Indonesia adalah perusahaan yang tergabung dalam group perusahaan PT. Samator, yang bergerak dalam bidang penanganan supply liquid oksigen serta instalasi gas-gas industri termasuk instalasi gas medis.

Sejumlah pekerja PT. Samator Gas Indonesia nampak terlihat sedang memasang sebuah tanki berukuran besar, kurang lebih setinggi empat meter. Tanki tersebut disiapkan untuk menampung liquid oksigen (oksigen cair_red), di halaman belakang RSI (Rumah Sakit Islam_red) Kalianget.

Tanki berukuran besar yang dipasang oleh Samator hanya berjarak dua meter dari salah satu rumah warga, Ibu Ariyani, yang keberatan atas pemasangan tanki tersebut, seperti yang disampaikan kepada Dapur Rakyat News, Kamis (20/5) malam.

“Awalnya saya melihat beberapa tukang sedang bekerja membuat cor-coran di samping dapur rumah saya, saya pikir sedang membuat ruang tunggu untuk pasien. Ketika saya tanyakan pada tukang yang sedang bekerja, ternyata sedang membuat pondasi untuk tanki oksigen berukuran besar.” Terang Ariyani.

Setelah mendengar keterangan dari tukang yang bekerja membuat pondasi, Ariyani lantas bergegas ke Polsek Kalianget. Hal itu menurut Ariyani dilakukan, agar pihak Kepolisian mengetahui bahwa dirinya merasa keberatan terhadap keberadaan tanki oksigen cair yang sangat dekat dengan kediamannya.

“Saya ke Polsek Kalianget untuk memberitahukan bahwa saya berkeberatan atas dipasangnya tanki itu dekat rumah saya. Dan juga karena pihak RSI tidak memberitahukan perihal tersebut kepada saya sebelumnya.” Ungkap Ariyani.

Ariyani juga menjelaskan setelah anggota Polsek Kalianget datang ke RSI, barulah kemudian dua orang pegawai RSI kerumahnya dan meminta maaf serta akan memenuhi apapun permintaan saya selama saya tidak mempermasalahkan pemasangan Tanki Samator tersebut.

“Saya tidak meminta apa-apa kepada pihak RSI, saya mengerti bahwa kebutuhan oksigen diperlukan untuk orang sakit, tetapi tolong perhatikan juga keselamatan saya.” Tukas Ariyani kepada dua pegawai RSI yang mendatanginya.

Tanki Samator Di RSI Kalianget Dikeluhkan Warga
Photo : Konstruksi tiang penyangga tanki oksigen cair

Ferry Saputra, aktivis Bumi Arya Wiraraja yang tergabung di Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (DPD J.P.K.P) Sumenep, yang juga berprofesi sebagai arsitek dan kebetulan berada di lokasi, melihat langsung pemasangan tanki oksigen cair, lalu menyampaikan pendapatnya.

“Sebenarnya sebuah rumah sakit sudah punya standarisasi sendiri tentang persyaratan dan pemilihan lokasi penyimpanan oksigen cair sesuai pedoman teknis sistem gas medik dan vakum medik oleh Kementerian Kesehatan Tahun 2012, dalam hal ini saya hanya mengkomentari tentang konstruksinya saja.” Jelas Ferry.

Ferry, tampak memperhatikan saat pemasangan tanki dan menurutnya ada beberapa hal yang menghawatirkan terutama struktur pondasinya.

“Tadi saya liat kolom profil baja penopang tanki tersebut hanya diperkuat dengan satu angkur pada ketiga kolom penopangnya, itupun hanya menggunakan stud bolt ulir stainless ukuran panjang 400mm dengan diameter 30mm dan ditanam di peilcap beton yang sudah jadi sedalam 30cm, dan memakai sistem chemical.” Urainya.

Kemudian Ferry lanjut menjelaskan, bahwa seharusnya pondasi yang sudah ada di bor, kemudian masukkan lem chemical, lalu angkurnya juga dimasukan, “Menurut saya ini tidak begitu kuat karena kualitas peil cap nya harus K250 kalo mau efektif dan untuk menopang beban seberat itu stud bolt nya kurang panjang,” Tukas Ferry.

Ferry, juga menyarankan kenapa tidak memakai sistem angkur yang ditanam di pedestal beton langsung saat pembuatan peil cap nya. Dirinya juga mengatakan, mungkin aplikatornya sudah ada perhitungan tersendiri tentang itu.

“Namun akibatnya saya perhatikan tadi tower tangki tersebut agak miring ke utara pas ke arah rumah si ibu yg protes itu, mungkin akibat elevasi pondasinya yang tidak rata.” Tegas Ferry.

Pelaksana dari PT. Samator, Anton, yang berada di lokasi pemasangan tanki liquid oksigen ketika kami mintakan tanggapan, terkesan terus menghindar dan enggan memberikan keterangannya.

Salah satu anggota dari kepolisian yang terlihat melakukan pengamanan pemasangan Tanki tersebut, saat awak media konfirmasi terkait Ariyani yang sempat mendatangi Polsek Kalianget untuk memberitahukan tentang dirinya yang keberatan atas pemasangan tanki liquid oksigen, dibenarkan oleh anggota yang bersangkutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dapur Rakyat News, pihak RSI Kalianget berencana melakukan musyawarah kekeluargaan dengan Ariyani pada hari ini Jum’at (21/5).

Baca Juga : Anda Berminat, Begini Cara Mendaftar CPNS Sumenep 2021

Pewarta : Faldy Aditya
Editor     : Nurahmat