Pemuda Sumenep Meninggal Dunia, Komunitas RMKM Bantu Pemulangan Jenazah Dari Negeri Jiran

Pemuda Sumenep Meninggal Dunia, Komunitas RMKM Bantu Pemulangan Jenazah Dari Negeri Jiran
Photo; Perahu Motor RMK–J.P.K.P disaat Membantu Pemulangan Jenazah Alm. Yudianto

SUMENEP, DapurRakyatNews – Tidak mengenal lelah perahu motor Relawan Masyarakat Kangean  (RMK)  dan Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (J.P.K.P) Kabupaten Sumenep, membantu masyarakat dalam rangka pemulangan jenazah dari Negeri Jiran Malaysia.

Kali ini perahu motor RMK–JPKP membantu pemulangan Janazah asal Desa Kali sangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa timur, Rabu (17/2/2021).

Janazah atas nama Yudianto (24) meninggal di Negeri Jiran Malaysia, Sabtu 13 Februari 2021. Adapun kronologis meninggalnya Yudianto disebabkan kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor, yang mana sebelumnya almarhum mempunyai riwayat penyakit asma.

Disaat penyakit sesak nafasnya kambuh, dirinya memaksakan naik sepeda motor sendirian untuk berobat ke klinik, namun ditengah perjalanan menuju klinik tiba-tiba saudara Yudianto terjatuh dengan motor yang dikendarainya dan meninggal dunia dilokasi.

Menurut Akhmadi wakil ketua J.P.K.P Kabupaten Sumenep, yang memperoleh keterangan dari keluarga almarhum, Yudianto diperkirakan meninggal dunia karena penyakit asma yang dideritanya kambuh.

“Menurut penuturan keluarga almarhum, Saudara Yudi ini kehabisan nafas saat mengendarai motornya, karena penyakit Asma yg dideritanya,” Kata Akhmadi.

Lanjut Akhmadi, “saat asmanya kumat, Yudi ini nekat naik motor sendirian menuju klinik untuk berobat, ditengah perjalanan kemungkinan nafasnya tambah kritis, dengan sendirinya tiba-tiba terjatuh dari motor yang dikendarainya dan meninggal dunia ditempat,” Terang Waka J.P.K.P Sumenep.

Pemuda Sumenep Meninggal Dunia, Komunitas RMKM Bantu Pemulangan Jenazah Dari Negeri Jiran
Relawan Masyarakat Kangean Malaysia (RMKM) Menyerahkan Bantuan Untuk Keluarga Almarhum

Sementara Ainur Rahman ketua RMK kepada awak media, memaparkan tentang keberadaan Ekonomi keluarga almarhum tergolong keluarga miskin.

“Yudianto sebelum berangkat ke Malaysia, hidup berdua dengan ibunya yang bernama Misrani (49) dan merupakan tulang punggung satu-satunya dalam keluarga.

Almarhum merantau ke Malaysia demi masa depan untuk memperbaiki ekonomi keluarganya, namun nasibnya kurang baik harus meregang nyawa di negeri Jiran.

Tangis sedih yg sangat mendalam dialami ibu Misrani mendengar anaknya meninggal di Malaysia, Keluh kesah kesedihan itu disampaikan kepada pihak RMK bagaimana cara memulangkan Anaknya sementara ibu Misrani tidak punya cukup uang,” Ujar Ainur.

Berkat solidaritas teman-teman Relawan Masyarakat Kangean Malaysia (RMKM) yang ada di Malaysia, mereka menggalang dana sosial karena merasa perihatin dengan jenazah Yudi untuk dipulangkan ke Tanah Air.

“Akhirnya keluarga besar RMKM menggalang dana Sosial dan dapat mengumpulkan dana RM7,300 (tujuh ribu tiga ratus Ringgit) yang diperkirakan dengan nilai Rupiah sebesar IDR23,500,000 (dua puluh tiga juta lima ratus Rupiah) akhirnya niat keluarga memulangkan janazah Yudianto kesampaian,” Pungkas Ainur.

Teman-teman Relawan Masyarakat Kangean Malaysia (RMKM) memulangkan jenazah almarhum Yudi dari Malaysia, pada hari Selasa 16 Februari 2021 tujuan Jakarta.

Setelah transit di Bandara Halim Jakarta, diterbangkan lagi ke Bandara Juanda Surabaya, pada hari Rabu 17 Februari 2021.

Setibanya di Juanda, mobil ambulan sudah standby untuk membawa jenazah ke Sumenep, tiba di pelabuhan kalianget tepat pukul 14.30 WIB, yang langsung di bawah perahu motor RMK–JPKP menuju tempat kelahirannya di kepulaun kangean.

|BACA : Abrasi di Kepulauan Tak Kunjung Ada Solusi, Pemkab Jangan Tutup Mata

Reporter: Enno Sapsup
Editor: Team J.P.K.P
Publisher: Pemred
Salam Perjuangan Tanpa Batas

Respon (1)

Tinggalkan Balasan