Berita  

Pemkab Sampang Salurkan Santunan untuk 500 Anak Yatim

Pemkab
Kepala Dinsos PPPA Sampang Edi Subinto didampingi Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Erwin Elmi Syahrial memberikan uang tunai dan sembako kepada anak yatim di Pendopo Trunojoyo, Sampang (Foto: Moh. Mansur/Dapurrakyatnews)

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), menggelar santunan Anak Yatim Tahun 2024 di Pendopo Trunojoyo, Jalan Wijaya Kusuma, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.  Kamis (17/10/2024) pukul 13.30 WIB.

Santunan anak yatim di bulan Oktober tahun 2024 ini merupakan pemberian santunan tahap ke 10.

Turut hadir, Kepala Dinsos PPPA Edi Subinto, Camat, Koordinator dan Pengasuh serta Pendamping anak yatim dari 14 kecamatan se Kabupaten Sampang.

Mewakili Pj. Bupati Sampang Rudi Arifiyanto yang berhalangan hadir kala itu, Kepala Dinsos PPPA Sampang Edi Subinto mengatakan, program santunan anak yatim yang digelar Pemkab Sampang, merupakan bentuk dan wujud kepedulian dari Pemkab Sampang dalam rangka membantu dan meringankan biaya hidup anak-anak yatim, yang ada di kabupaten Sampang.

“Pada kesempatan kali ini, ada 500 anak yatim yang hadir di pendopo Trunojoyo Sampang, berasal dari 14 kecamatan untuk bersama-sama menerima santunan anak yatim dari Pemkab Sampang tahap ke 10, di bulan Oktober tahun 2024,” jelas Edi, biasa disapa, pada Kamis (17/10/2024).

Giat ini dilaksanakan rutin setiap bulan. Jika dikalkulasi, dalam setahun Pemkab Sampang memberikan santunan kepada 6 ribu anak yatim se Kabupaten Sampang.

Pihaknya berharap, semoga santunan yang diberikan oleh Pemkab Sampang ini dapat bermanfaat dan dimanfaatkan, atau digunakan untuk kepentingan dan kebutuhan anak yatim.

Kepada para pengasuh dan pendamping anak yatim, Edi meminta agar putra-putri anak yatim yang di asuh selalu diberikan kesempatan untuk melangsungkan pendidikan, baik pendidikan formal (SD, SMP, MI dan MTs) maupun pendidikan non formal melalui pondok pesantren atau madrasah yang ada di lingkungan mereka.

Harapan ini, lanjut Edi, mudah-mudahan diwujudkan, karena anak-anak yatim ini punya masa depan dan harapan untuk hidup secara mandiri dan bisa hidup seperti teman-temannya yang lain, untuk bisa mengembangkan potensi dan kemampuannya.

Sehingga, pada akhirnya mereka bisa berkembang secara mandiri dan sukses dalam meraih cita-citanya .

“Berikan harapan kepada anak-anak kita untuk meraih cita-cita yang sama dan terbaik,” pintanya.

Ditegaskannya, pemerintah akan selalu memperhatikan terhadap nasib anak yatim di Kabupaten Sampang, dan hal itu masuk dalam program rutin tiap bulan.

“Kedepan, kita akan berikan beasiswa kepada anak-anak yang punya prestasi,” tegasnya.

Dikesempatan tersebut, Edi mengajak untuk berdoa bersama dan mengaminkan, semoga anak yatim dan para pengasuh dan pendampingnya selalu diberikan kesehatan, kekuatan lahir dan batin untuk bisa mengantarkan putra-putri asuhnya dalam meraih cita-cita.

Dan semoga pula, para pemimpin di Kabupaten Sampang diberikan kesehatan dan kekuatan, untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat Sampang menuju Kabupaten yang lebih baik dan maju.

“Mudah-mudahan, amin ini betul-betul diijabah oleh Allah SWT, sehingga kita semua senantiasa dalam harapan dan cita-cita menuju kesuksesan kita semua,” harapnya.

Sementara 2 anak yatim asal Kecamatan Banyuates Mohammad Wasif (13 thn) kelas VII di Pondok Pesantren Kembang Jeruk dan rekannya, Yulian Deva Pratama (13 thn) kelas VII di SMPN 1 Banyuates mengucap terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

Ditanya soal pemanfaatan bantuan yang diterima, mereka berdua kompak menjawab buat makan sehari-hari.

“Sebagian digunakan untuk keperluan yang lain, semoga program ini bisa terus berlanjut,” ucap mereka berdua.

 

Tinggalkan Balasan