Dapurrakyatnews – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep akan membagikan bibit tembakau, melalui kelompok tani yang ada di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Bantuan bibit tembakau merupakan bagian dari program pemerintah, untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani tembakau. Dengan mengikuti program ini, petani dapat memperoleh akses ke bibit berkualitas tinggi dan pendampingan dari petugas pertanian.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, SE, M.Si melalui kepala bidang (Kabag) Sarpras Rina Suryandari, SP., M.Si menyampaikan, seperti tahun kemarin DKPP Sumenep memberikan bantuan pembibitan dan pupuk kepada petani tembakau melalui kelompok tani
“Nanti akan ada bantuan bibit dan pupuk gratis kepada petani melalui kelompok tani,” kata Kabid Yanda, sapaan akrabnya. Rabu (07/05/2024).
Hal itu, merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi tembakau petani, karena dengan bibit tembakau yang berkualitas tinggi dan terjamin bebas penyakit, dapat menghasilkan tanaman yang lebih kuat dan produktif, sehingga menghasilkan panen yang lebih melimpah.
“Yang akan mendapatkan bantuan pembibitan dan pupuk adalah wilayah potensi tembakau, akan tetapi tidak menutup kemungkinan wilayah yang bisa ditanami tembakau,” jelasnya
Pihaknya berharap petanii bisa mengembangkan tanaman tembakau dengan membuka.lahan baru, mengingat harga tembakau tahun kemarin sangat tinggi.
Melihat harga tahun 2023 begitu menguntungkan bagi petani maka, kemungkinan masyarakat akan lebih antusias lagi untuk menambah luas lahan pertanian tembakau.
“Melihat situasi kemarau sangat baik dan ditunjang dengan harga tembakau tahun kemarin sangat tinggi, kemungkinan masyarakat semakin antusias untuk menanam tembakau,” ucapnya
Namun, kata Kabid Yanda, untuk mendapatkan kualitas tembakau yang baik sesuai harapan pabrikan, pihaknya tetap melakukan edukasi dan sosialisasi melalui para penyuluh.
“Kami akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada petani tentang pertanian moderen melalui para penyuluh,” ujarnya.
Guna memenuhi produksi yang lebih baik sambung Yanda, melalui penyuluh memberikan sosialisasi dan penyuluhan dengan sistem sekolah lapang. “Kami memberikan sekolah lapang sehingga para petani semakin melek tentang teknologi.
“Diharapkan dengan melek teknologi, petani bisa mempergunakan bibit yang baik dan memperhatikan dosis pupuk yang akan di pasang ke tembakau, dengan harapan hasil tembakau sesuai yang diharapkan oleh pabrikan,” pungkasnya.




