Ini Harapan Bupati Sumenep ketika Menghadiri Wisuda STIT Aqidah Usymuni

Bupati
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat menyampaikan sambutan dalam rangka rapat terbuka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah STIT Aqidah Usymuni, dalam rangka wisuda sarjana strata satu (s-1). Serta Dies Maulidiyah ke XVI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni tahun 2023

Dapurrakyatnews – Bupati Sumenep menghadiri rapat terbuka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah STIT Aqidah Usymuni, dalam rangka wisuda sarjana strata satu (s-1). Serta Dies Maulidiyah ke XVI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni tahun 2023, yang digelar di gedung Korpri Sumenep, Jawa Timur.

Dalam sambutannya Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berharap, ilmu yang sudah terima dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung pembangunan bidang pendidikan di kabupaten sumenep, menuju sumenep unggul mandiri dan sejahtera.

“Wisuda saat ini, bukanlah tugas akhir untuk berhenti belajar. Namun sebaliknya, ilmu yang sudah didapatkan di kampus hendaknya menjadi bekal untuk membantu masyarakat menyelesaikan permasalahannya, yang semakin komplek sesuai keahlian dan peran masing-masing,” kata Bupati mengawali sambutannya. Selasa (15/8/2023).

Bupati

Bupati menyampaikan bahwa di tahun 2045, bangsa Indonesia akan mendapatkan bonus Demografi. Salah satunya adalah wisudawan wisudawati, yang hari ini siap mengabdikan dirinya bagi bangsa.

“Jika hari ini yang berumur 22 tahun, maka 20 tahun lagi usianya 42 tahun, bersamaan dengan tahun 2045, yang nanti Indonesia akan masuk ke usia emas, yang berdasarkan hasil studi, Indonesia akan menjadi negara paling hebat, keren secara ekonomi di 2045,” ujarnya.

Bupati menambahkan, semua itu bisa terlaksana jika sumber daya manusia yang hari ini, yang ada di sini semua menjadi generasi muda yang kompetitif, maka saya meyakini di 2045 Indonesia akan menjadi negara hebat 3 besar dunia.

“Kalianlah yang akan menggantikan semua, oleh karenanya sarat untuk menjadi negara terhebat 3 besar di dunia, salah satunya adalah usia produktif yang harus kompetitif,” tambahnya.

Kompetitif ini menurut Politisasi muda ini, adalah memiliki skil dalam profesi profesi tertentu, menyesuaikan situasi dan kondisi.

“Saya harapkan semoga yang hadir di sini (wisudawan), mayoritas salah satu lulusan2 yang memiliki profesi yang sangat kompeten, dan nanti suatu saat akan menentukan di mana saja dan diperlukan di mana saja,” harapnya.

Bupati

Suami Nia Kurnia ini, mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Presiden Soekarno bahwa, Jikalau aku misalnya diberikan 2 kehidupan, maka ke 2 hidup itupun, akan aku persembahkan bagi tanah air Indonesia.

“Saya harapkan mulai saat ini, diyakini dalam hatinya, untuk mempersembahkan hidupnya bagi tanah air dan bangsa yang kita cintai bersama ini,” pintanya.

Bupati juga menegaskan bahwa, Jika kalian ingin mutiara, maka kalian harus berani menyelam ke dalam lautan yang paling dalam, sehingga kalian menemukan mutiara yang kalian inginkan. Artinya apa, tidak ada sesuatu apapun dengan mudah bisa kita dapatkan, tanpa sebuah perjuangan tanpa sebuah usaha tanpa sebuah semangat. Butuh keberanian, berani bicara, berani menyampaikan apa yang menjadi pemikirannya dan berani melangkah.

“Lebih baik berani melangkah satu langkah, dari pada tidak berani melangkah sama sekali,” imbuhnya.

Sehingga saya berharap kepada alumni alumni yang hadir di sini, menjadi orang orang yang beruntung, memiliki keberanian untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara ini.

“Butuh semangat, karena tanpa semangat tidak akan ada rasa optimisme, karena apabila kita jatuh akan kita anggap sebagai sebuah tantangan, pembelajaran da pengalaman, jadi kita harus terus semangat dan terus bekerja,” tambahnya.

Itulah spirit generasi muda kita ke depan, dengan berani, dengan semangat menjadi bagian dari salah satu kekuatan yang dimiliki oleh generasi generasi kita yang tidak dimiliki oleh generasi generasi lainnya.

“Keberanian yang bersamaan dengan semangat, membulatkan tekat untuk terus bergerak. Kemudian optimistisme, karena dengan optimistis kita bisa, mampu dan kuat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan