Berita  

BPBD dan Pemdes Pangarengan Gelar Sosialisasi dan Pembentukan DESTANA

Destana
Pemateri dari BPBD Sampang bersama Kades Pangarengan Mohammad Aksan memberikan penjelasan di Balai Desa Pangarengan

Dapurrakyatnews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, bersama Pemerintah Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, menggelar acara sosialisasi dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) di Balai Desa setempat, pada Selasa (9/12/2025) siang.

Turut hadir, Kepala Seksi (Kasi) Rehab dan Rekon BPBD Sampang Aang Djunaidi , Kasi Pencegahan dan kesiapsiagaan Ahmed Basori, Camat Pangarengan Nur Holis, Kapolsek Iptu Iwan Suhadi, Danramil Peltu Karmuji, Kades Pangarengan Mohammad Aksan, Perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, Kepala Dusun, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pangarengan Dini Ambarwati, BPD, dan relawan.

Kasi Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Ahmed Basori menyampaikan beberapa materi, mulai dari latar belakang, dasar hukum, dan gambaran bencana.

Menurutnya, DESTANA adalah program BPBD untuk membangun ketangguhan desa dalam menghadapi bencana, melalui sosialisasi risiko bencana, pelatihan mitigasi termasuk pemetaan, peringatan dini evakuasi, dan pertolongan pertama, yang melibatkan Perangkat desa serta warga untuk menciptakan kemandirian dan kesiapsiagaan desa secara partisipatif.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang bencana, membangun kapasitas desa untuk mengidentifikasi, mengurangi, dan merespon risiko bencana secara mandiri, serta menciptakan masyarakat desa yang tangguh dan mampu pulih dari dampak bencana,” terang Ahmed, pada Selasa (9/12/2025).

Selain sosialisasi, juga digelar pelatihan dan penguatan kapasitas. Termasuk materi teknis, kelembagaan, simulasi, pembentukan struktur desa, dan penguatan mandiri yang dijelaskan secara rinci oleh Kasi Rehab dan Rekon BPBD Sampang Aang Djunaidi sembari mengajak peserta untuk dilatih langsung.

“Kami harap, kegiatan ini bisa membantu Desa Pangarengan untuk lebih siap dalam menghadapi bencana yang datangnya tiba-tiba, khususnya di Desa Pangarengan,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kades Pangarengan Mohammad Aksan menyampaikan terima kasih atas gelaran ini. 

Menurutnya, adanya program ini akan membantu masyarakatnya tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Baik itu Pra, saat, dan paska bencana.

“Ini sangat membantu desa dalam upaya preventif kesiapsiagaan dan penanganan jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” pungkas Aksan.

 

Tinggalkan Balasan