Berita  

Dorong Desa Bebas Stunting, Pemkab Sumenep Bangun Sanitasi Rp1,4 Miliar di Kecamatan Nonggunong 

Stunting

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,4 miliar untuk pembangunan fasilitas sanitasi di Desa Sokarame Paseser, Kecamatan Nonggunong.

Program tersebut menyasar sebanyak 75 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan masing-masing keluarga memperoleh bantuan senilai Rp17,5 juta. Anggaran pembangunan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026.

Kepala Dinas PUTR Sumenep melalui Kepala Bidang Bina Marga, Salamet Supriyadi, menjelaskan bahwa bantuan sanitasi tersebut merupakan satu paket pekerjaan yang difokuskan pada peningkatan kualitas lingkungan permukiman masyarakat.

“Untuk sementara, alokasi pembangunan sanitasi hanya diperuntukkan bagi 75 keluarga penerima manfaat di Desa Sokarame Paseser,” ujarnya. Senin (4/5/2026).

Meski demikian, pihaknya membuka peluang bagi desa lain untuk mendapatkan program serupa, selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk pengajuan kembali dari pemerintah desa.

Ia menambahkan, salah satu kriteria utama penerima program sanitasi adalah desa yang masuk kategori desa stunting. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Sumenep tahun 2026, Desa Sokarame Paseser termasuk dalam kategori tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan desa lain juga akan mendapatkan bantuan serupa, terutama yang masuk kategori desa stunting,” tambahnya.

Pemerintah daerah berharap pembangunan sanitasi ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menjadi upaya konkret dalam menekan angka stunting di wilayah Sumenep.

“Semoga pembangunan sanitasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sanitasi merupakan upaya penyediaan sarana kebersihan lingkungan seperti jamban sehat, pengelolaan limbah, dan akses air bersih. Sanitasi yang buruk dapat memicu infeksi berulang, seperti diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya, yang berpengaruh pada penyerapan gizi anak.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting, yakni gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Oleh karena itu, perbaikan sanitasi menjadi langkah penting dalam mendukung pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan