Dapurrakyatnews – Dinkes Sumenep Gencarkan Imunisasi Massal untuk Kendalikan Wabah Campak. Sejak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran wabah campak, terutama di kalangan anak-anak dan balita.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mempercepat pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak massal di seluruh wilayah.
Menurut data terbaru Dinkes P2KB Sumenep per Rabu, 10 September 2025, angka penyebaran campak memang masih tergolong tinggi. Meski begitu, tren penurunan mulai terlihat.
Sebelumnya, jumlah pasien anak yang dirawat mencapai 100 orang. Kini, tercatat tersisa 86 pasien anak yang masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, yang akrab disapa H. Mamad.
Ia menegaskan bahwa penurunan jumlah pasien bukan berarti wabah sudah terkendali sepenuhnya. Masyarakat tetap diminta untuk waspada dan aktif mengikuti imunisasi.
“Saat ini tersisa 86 anak yang masih dirawat, baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Walaupun ada penurunan, kita tidak boleh lengah. Vaksinasi harus terus dilakukan, terutama bagi anak-anak yang belum diimunisasi,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Berikut rincian distribusi pasien yang masih dirawat:
1. RSUD dr. H. Moh. Anwar: 20 pasien
2. RSI Garam Kalianget: 10 pasien
3. RSU Sumekar: 10 pasien
4. RS BHC: 0 pasien
5. RSIA Esto Ebu: 0 pasien
6. RSUD Abuya: 0 pasien
7. 15 Puskesmas se-Kabupaten Sumenep: 48 pasien
Syamsuri menjelaskan bahwa upaya utama saat ini adalah memutus mata rantai penularan virus melalui kegiatan imunisasi massal yang terus digencarkan.
“Kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai perlindungan utama terhadap campak. Kami berharap semua pihak aktif mendukung program ORI ini,” tegasnya.
Hingga saat ini, total kasus suspek campak di Kabupaten Sumenep telah mencapai 2.741 kasus. Dari jumlah tersebut:
1. 2.603 pasien telah dinyatakan sembuh
2. 20 pasien meninggal dunia
Syamsuri juga mengakui bahwa meskipun sebagian besar pasien telah sembuh, kasus baru masih terus bermunculan karena transmisi penularan di masyarakat masih berlangsung aktif.
“Karena penularannya masih terjadi, jumlah suspek terus bertambah. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan kolaborasi semua pihak sangat diperlukan,” pungkasnya.




