Berita  

BPBD Sumenep Bentuk Empat Destana Baru di Pulau Sapudi untuk Perkuat Kesiapsiagaan Gempa

BPBD
Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Sumenep dalam rangka penguatan Destana

Dapurrakyatnews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, memperluas program Desa Tangguh Bencana (Destana) dengan membentuk empat desa baru di wilayah rawan gempa Pulau Sapudi.

Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat, yang tinggal di kawasan yang dilintasi Sesar Rembang – Madura – Kangean – Sakala (RMKS), salah satu patahan aktif yang berpotensi memicu guncangan kuat.

Empat desa yang ditetapkan sebagai Destana baru yakni Desa Prambanan, Desa Gayam, Desa Jambuir (Kecamatan Gayam), serta Desa Sokarame Paseser (Kecamatan Nonggunong).

Pemilihan wilayah tersebut didasarkan pada tingkat kerawanan dan kebutuhan penguatan kesiapsiagaan di tingkat komunitas.

BPBD

Kepala BPBD Sumenep, Ach. Laili, menjelaskan bahwa pembentukan Destana merupakan upaya untuk memastikan masyarakat memiliki kapasitas dasar menghadapi gempa yang datang tanpa peringatan.

“Gempa tidak bisa diprediksi. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan mengenali risiko dan memahami langkah penyelamatan diri. Destana menjadi fondasi utama untuk itu,” kata Laili pada suatu kesempatan.

Ia menambahkan bahwa program Destana tidak hanya berfokus pada pelatihan relawan, tetapi juga pada penyusunan dokumen risiko dan pembangunan budaya sadar bencana.

“Kami mendorong desa untuk tidak sekadar membentuk tim, tetapi membangun sistem. Ada jalur evakuasi, peta risiko, simulasi berkala, hingga integrasi pengurangan risiko bencana ke dokumen perencanaan desa,” ujarnya.

Menurut BPBD Sumenep, masyarakat Sapudi memiliki karakteristik geografis yang menuntut pendekatan kesiapsiagaan lebih intensif. Pulau ini berada dekat dengan salah satu segmen aktif sesar RMKS yang beberapa kali memicu guncangan dirasakan warga.

“Sapudi perlu perhatian khusus. Pembentukan Destana di sana kami harapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dan meminimalkan risiko korban bila terjadi gempa,” kata Laili.

BPBD menargetkan seluruh desa tersebut dapat berkembang hingga kategori Destana Mandiri, yakni desa yang mampu melakukan respons awal bencana secara cepat dan terukur tanpa sepenuhnya bergantung pada pemerintah kabupaten.

 

Tinggalkan Balasan