DapurRakyatNews – Patih Gajah Mada sangat tersohor dengan Sumpah Palapa nya, janji yang diucapkan saat upacara pengangkatan dirinya sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit. Dalam sumpahnya ia bertekad menyatukan seluruh Nusantara di bawah naungan Kerajaan Majapahit
Sejak kecil Gajah Mada dilatih oleh seorang mantan panglima kerajaan Singhasari, Eka Jaladri. Mantan Panglima Singasari inilah yang mengajari Gajah Mada menguasai ilmu politik dan kanuragan di sebuah tempat yang bernama Madakaripura.
Setelah dewasa, Gajah Mada lalu di bawa ke Kerajaan Majapahit. Di sinilah karir Gajah Mada meningkat pesat, dari awalnya diangkat menjadi Patih, lalu menjadi Mahapatih, dan akhirnya menjadi Amangkubhumi atau Perdana Menteri dan mengantarkan Kerajaan Majapahit ke puncak kejayaannya.
Madakaripura sendiri adalah nama Air terjun yang terletak di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Air terjun setinggi 200 meter ini merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia. Termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Air Terjun Madakaripura disebut juga Air Terjun Abadi. Karena air yang dialirkan oleh air terjun ini selalu melimpah dan tak pernah berkurang debitnya meski pada musim kemarau.
Perjalanan menuju ke air terjun madakaripura ini cukup menguras tenaga, setelah hampir 1.2 km kita berjalan kaki menyusuri sungai. Di tujuan akhir Kita masih harus menaiki tebing terjal yang licin dengan jalan setapak sempit lalu berakhir di sebuah lembah yang berbentuk kolam besar berisi air yang sangat jernih dikelilingi tebing tebing tinggi curam.
Disinilah jerih payah kita menuju lokasi air terjun terbayar lunas dengan panorama yang sangat indah dan mengesankan. Berada di dalam lembah tersebut kita serasa berada di dalam sebuah botol besar dimana beberapa titik air terjun berketinggian 200 meter tampak gagah menjulang jatuh langsung menerpa kolam air di bawah nya.
Kesan mistis langsung menyeruak saat kaki kita melangkah memasuki kolam tersebut. Sebuah lubang besar tersembunyi di balik air terjun tempat Gajah Mada bertapa tampak samar samar terlihat di sela sela grujukan air terjun.
Sepanjang mata berkeliling memandang yang terlihat hanya tebing tebing hijau yang dindingnya mengucur titik titik air terjun seperti keluar langsung dari dinding terjalnya. Sinar matahari hanya menerpa lembah ini di saat tengah hari saja, dikala sang surya tepat di atas kepala dan sinarnya bisa langsung memasuki lubang besar yang terbentuk oleh tebing tebing terjal yang mengelilingi lembah tersembunyi ini.
Bahkan hingga kini tempat ini masih dikeramatkan dan dianggap suci oleh umat hindu. Air terjun ini biasa di sebut Tirta Sewana atau air suci. Setiap tahun, warga tengger yang tinggal di sekitar Gunung Bromo menggunakan air dari air terjun madakaripura ini sebagai air suci dalam prosesi upacara kasada.
Baca Juga : Percepatan Program Bupati, BAPPEDA Melaksanakan Asistensi dan Intensif
Penulis : Ferry Saputra




Respon (1)