SUMENEP, DapurRakyatNews – NH warga Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Sumenep, yang ramai dikabarkan bahwa istrinya dibawa lari oleh Pj. Kadesnya. Mendatangi Polsek Kangayan, Senin (17/05).
Sebelumnya pada Sabtu (15/05), seperti yang diberitakan oleh Dapur Rakyat News, Pj. Kades Saobi Muhammad Syafii, diduga telah membawa lari seorang perempuan bersuami IA, asal Desa Saobi.
Berita tersebut pun menjadi viral di percakapan group-group WhatsApp. Unsur Masyarakat dan mahasiswa Desa Saobi juga melakukan orasi damai menolak ASN Syafii menjadi Pj. Desa Saobi, seperti yang terlihat dalam unggahan akun YouTube Damai Official, Sabtu (15/05).
Baca Juga : Pj. Kades Saobi Dikabarkan Membawa Lari Wanita Bersuami
Dalam sebuah rekaman audio yang diterima oleh DapurRakyatNews, memperdengarkan suara klarifikasi Pj. Kades Saobi yang berdalih bahwa dirinya tidak membawa lari perempuan bersuami melainkan, melakukan tindak penyelamatan terhadap IA dari suaminya.
“Langsung dia (IA) ke kantor Kepala Desa itu untuk meminta perlindungan dan menyampaikan itu (mendapatkan kekerasan psikis_red), dan minta ikut langsung ke Arjasa mengurus perceraiannya.” Masih menurut Syafii dalam rekaman audio tersebut.

DapurRakyatNews lantas mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara dengan S saudara dari NH, yang ikut mendampingi suami IA itu datang ke Polsek Kangayan, Sumenep.
Kedatangan NH yang didampingi oleh S ke Polsek Kangayan adalah untuk melaporkan Syafii dengan materi laporan, Pj. Kades Saobi yang diduga kuat telah membawa lari IA, perempuan bersuamikan NH.
Saat dikonfirmasi tentang beredarnya rekaman audio bersuara Pj. Kades Saobi yang membantah bahwa telah membawa lari IA, dibantah oleh S, yang diberikan kuasa oleh NH sebagai perwakilan juru bicara pihak pelapor.
“Nda mungkin… Pii itu memberikan perlindungan, itu hal bohong itu. Kalau toh misalnya IA meminta perlindungan kepada Bapak Mohammad Syafii, kan harusya Bapak Mohammad Syafii itu memanggil pihak keluarganya mas, kan begitu.” Ujar S.
Kemudian S, yang bersaudara dengan NH, suami sah dari IA melanjutkan.
“Masalahnya suaminya ada di rumah, orang tuanya juga ada di rumah. Kenapa toh harus dibawa lari ke Kangean, berarti kan klarifikasinya Pii itu di audio WhatsApp itu kan nda benar mas.”
Sayfii juga dianggap sudah berbohong dan membolak-balikkan fakta oleh S, yang sesaat kemudian memperlihatkan bukti percakapan pesan singkat (sms), antara Pj. Kades Saobi dengan IA sebelum adanya peristiwa pelarian ke Kangean itu.
Pada bukti percakapan sms yang diperlihatkan kepada awak media, nampak komunikasi intens antara Pj. Kades Saobi dengan IA. Bahkan rencana lari ke Kangean itu, sudah direncanakan jauh hari sebelumnya, yang pernah sempat gagal pada kesempatan pertama, dan akhirnya berhasil di kesempatan berikutnya.
Ketika ditanya tentang apakah memang ada permasalahan sebelumnya dalam rumah tangga NH dan IA, serta kapan tepatnya IA meninggalkan Saobi bersama Syafii, S lalu menjawab.
“Tidak ada permasalahan rumah tangga apapun sebelumnya, baik-baik saja. Tepatnya hari Kamis (13/05), berbarengan dengan Hari Raya Idul Fitri, IA dibawa Pii ke Kangean.” Tukas S yang tampak geram.
Salah seorang warga Cellong, yang kami rahasiakan namanya memberikan kesaksian bahwa, dirinya sempat melihat Pj. Kades Saobi berboncengan sepeda motor, pada Kamis sore (14/05).
“Saat Kamis sore saya berpapasan dengan Pj. Kades Saobi yang membonceng seorang perempuan tanpa jilbab. Saya lihat dari cara mengemudikan motornya, seperti orang yang terburu-buru.” Ungkap warga Cellong yang kami rahasiakan namanya.
Kesaksian salah seorang warga Cellong tersebut, tentu saja berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Syafii pada rekaman audio klarifikasi dirinya. Dalam rekaman audio yang diperoleh DapurRakyatNews, Syafii mengatakan membawa IA pergi dari Cellong dengan menggunakan mobil.
Kapolsek Kangayan IPDA Miftahol Rahman, S.H., yang dihubungi awak media via WhatsApp, untuk mengkonfirmasi terkait pelaporan terhadap Pj. Kades Saobi Muhammad Syafii, menuturkan.
“Benar datang ke Polsek masih sebatas aduan. Sementara ini masih aduan ke Polsek bukan laporan mas.” Tutur Kapolsek Kangayan.
Baca Juga : Ketika Surat Edaran Pemerintah Ditafsirkan Sepihak Oleh Dinas PU Bina Marga Sumenep
Pewarta : Faldy Aditya
Editor : Ferry Saputra





Respon (2)