Kedatangan 145 WNI Deportasi dari Malaysia Disambut Gubernur

- Editorial Team

Selasa, 11 Mei 2021 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjungpinang, DapurRakyatNews – Sebanyak 145 pekerja Warga Negara Indonesia (WNI) yang di deportasi dari Malaysia tiba di Indonesia melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Selasa (11/5) sore.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengatakan, awalnya akan diberangkatkan sebanyak 146 orang. Namun 1 orang mengalami sakit jadi tidak bisa diberangkatkan dan akan ditunda.

“Satu orang ditunda keberangkatannya dikarenakan lagi sakit. jadi hanya 145 yang berangkat dan datang ke Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang pada hari ini,” ucap Benny kepada awak media, Selasa (11/5) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan sebanyak 145 orang ini ada dua kategori yaitu WNI Manusia Korban Perdagangan Orang (MKPO) dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sebanyak 145 ini akan di tampung ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Baca Juga:  Achmad Fauzi Dorong Pertumbuhan UMKM Sumenep dengan Konsep "Biarkan, Tumbuh, dan Tata"

“Ada sebanyak 115 WNI MKPO akan dibawa ke RPTC di Senggarang dan 30 orang ke BP2MI di Jalan Nusantara KM 11 Tanjungpinang,” ujar Benny.

Kedatangan 145 WNI Deportasi dari Malaysia Disambut Gubernur

Setelah menjalani karantina dan dinyatakan negatif Covid-19, para PMI bisa langsung di pulangkan ke kampung halamannya. dan semua biaya akan di tanggung oleh pemerintah, seperti yang disampaikan oleh Benny Rhamdani..

Dirinya juga menambahkan, “Yang masuk ke Tanjungpinang satu tahun terakhir dari program dikalibrasi kurang lebih 10.233, mereka yang pulang karena deportasi sampai hari ini sudah 395 orang,” jelasnya.

Baca Juga:  Wakapolres Pessel Ingatkan Tidak Ada Lagi Pungli di Pantai Carocok Painan 

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, saat melakukan penyambutan WNI dari Malaysia ini mengatakan bahwa pemerintah telah membentuk gugus tugas Covid-19 khusus PMI yang datang ke Indonesia, khususnya Kepri.

“Kita sudah memiliki gugus tugas Covid-19 khusus PMI, baik PMI mandiri, deportasi dan korban perdagangan orang,” ungkapnya.

Gubernur Kepri juga menuturkan, dirinya tengah mempersiapkan untuk menyambut kedatangan 7.000 WNI dari imigrasi Malaysia yang diperkirakan datang pada bulan Juni mendatang.

Dengan adanya kedatangan WNI pada bulan Juni nanti, Ansar telah menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk bisa membuka pintu masuk di daerah lain. seperti di Dumai, Tanjungbalai Asahan dam di Sulawesi Barat.

Baca Juga:  Warga Ambunten dianiaya didepan Istri Hingga Meninggal

“Karena selama ini Kepri menjadi pintu masuk utama bagi para WNI dari Malaysia,” pungkasnya.

Ansar meminta semoga pemerintah pusat bisa segera membuka pintu masuk di daerah lain supaya bisa mengurangi beban Kepri dalam menangani kedatangan WNI dari Malaysia tersebut.

“Kalau bisa dibuka di daerah lain, Kepri tidak terlalu berat beban dalam menampung kedatangan kawan pejuang bangsa ini. saya harap Pemerintah pusat bisa pertimbangan hal tersebut,” pungkas Ansar Ahmad.

Di masa pandemi Covid-19 ini, negara juga akan menangani kepulangan 49.000 PMI yang masa kerjanya habis di Malaysia.

Baca Juga : Milyaran Anggaran Dari Kementerian PUPR Mengucur Ke Kota Keris Untuk Siapa?

 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:31 WIB

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru