Dapurrakyatnews – Kerusakan parah melanda jalan kabupaten yang melintasi Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, akibat abrasi dan gelombang laut yang terus menggerus badan jalan. Ketiadaan tanggul laut di sepanjang garis pantai desa, menjadi faktor utama penyebab kerusakan tersebut.
Salam, salah satu tokoh pemuda Desa Kalowang, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. Dalam keterangannya kepada pewarta melalui sambungan telepon, ia menjelaskan bahwa kerusakan jalan semakin hari semakin parah dan membahayakan pengendara yang melintas.
“Masyarakat sudah berinisiatif menutup lubang-lubang kecil agar kerusakan tidak semakin meluas. Kami khawatir jika dibiarkan, jalan ini akan semakin terkikis dan sulit dilalui,” ujat Salam, Rabu (1/1/2025)
Lebih lanjut, Salam menuturkan bahwa upaya swadaya masyarakat ini hanya bersifat sementara. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani masalah tersebut, sebelum terjadi kecelakaan atau kerusakan yang lebih besar.
“Kami hanya bisa melakukan perbaikan seadanya, tapi ini bukan solusi jangka panjang. Kami butuh tangkis laut yang bisa melindungi jalan dari hantaman gelombang, terutama saat cuaca buruk,” tambahnya.
Masyarakat Desa Kalowang, lanjut Salam, merasa sudah cukup lama menanti perhatian dari pemerintah daerah. Mereka berharap adanya respons cepat untuk mencegah kerugian lebih lanjut, mengingat jalan tersebut merupakan jalur vital bagi perekonomian dan aktivitas sehari-hari warga setempat.
Salam juga menambahkan, selain kondisi jalan yang tergerus akibat tidak adanya tangkis laut, jembatan yang menghubungkan antara Desa Kalowang dengan Desa Tarebung, saat ini juga sangat membahayakan para pengguna jalan.
“Di tengah tengah jembatan saat ini terdapat lubang besar, yang saat ini lubang tersebut diberi tanda seadanya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Hal ini tambahnya, agar segera dilakukan perbaikan, karena jalan yang rusak tersebut merupakan jalan yang baru diperbaiki oleh Pemkab Sumenep, namun karena abrasi, jalan yang dulunya mulus saat ini membahayakan pengguna jalan.
“Kami sangat berharap pemerintah bisa segera merealisasikan pembangunan tanggul laut. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan kami,” pungkasnya.
Kondisi jalan kabupaten yang rusak akibat abrasi dan Jembatan yang berlubang, menjadi pengingat pentingnya pembangunan infrastruktur pelindung pantai di daerah pesisir. Warga berharap keluhan mereka segera direspons demi menjaga kelancaran aktivitas dan keselamatan bersama.
Sementara itu, Eri Susanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, sampai berita ini release belum memberikan respon saat dihubungi dapurrakyatnews melalui komunikasi whatsapp.




