Dapurrakyatnews – BPBD Kabupaten Sumenep melaksanakan kegiatan Sapa Destana atau Monitoring dan Evaluasi BPBD Sumenep Lakukan Sapa Destana untuk Evaluasi Ketangguhan Empat Desa di Daratan (Monev) terhadap empat desa yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan desa tetap berjalan efektif serta sesuai indikator ketangguhan yang ditetapkan secara nasional.
Program Desa Tangguh Bencana (Destana) merupakan salah satu upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menganalisis dan mengurangi dampak risiko bencana di tingkat masyarakat, dengan mengedepankan paradigma Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Empat desa yang menjadi lokasi Sapa Destana adalah Babbalan (Kecamatan Batuan), Nambakor (Kecamatan Saronggi), Tanjung (Kecamatan Saronggi), dan Kasengan (Kecamatan Manding).
Evaluasi dilakukan pada sejumlah komponen mulai dari kelembagaan, dokumen perencanaan PRB, kesiapan relawan, hingga kondisi sarana-prasarana evakuasi.
Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, mengatakan bahwa keberlanjutan adalah aspek terpenting dari program Destana. Pembentukan Destana hanyalah awal. Tantangan utamanya adalah mempertahankan kesiapsiagaan.
“Melalui Sapa Destana, kami memastikan desa tetap sigap dan tidak kehilangan ritme,” katanya. Senin (1/11/2025).
Laili menjelaskan bahwa evaluasi mencakup aspek teknis dan nonteknis. Pihaknya menilai kualitas dokumen Rencana Kontinjensi, keberfungsian tim Destana, partisipasi warga dalam simulasi, serta efektivitas jalur evakuasi.
“Kami juga memeriksa apakah relawan masih terlatih, apakah anggaran PRB tetap dialokasikan, dan bagaimana desa menjaga sarana evakuasi. Ketangguhan tidak boleh berhenti di tahun pembinaan,” tuturnya.
Menurutnya, sejumlah desa menunjukkan kemajuan, terutama dalam penguatan kapasitas relawan. Namun masih ditemukan tantangan, seperti keterbatasan sarana evakuasi dan minimnya anggaran.
“Kami mendorong desa untuk memastikan program PRB menjadi prioritas. Risiko bencana tidak menunggu kesiapan kita. Karena itu, desa harus berperan aktif,” tutupnya.
Hasil Sapa Destana akan menjadi dasar penetapan tindak lanjut pembinaan, termasuk kebutuhan pelatihan tambahan, penguatan dokumen PRB, serta perbaikan sarana keselamatan. BPBD berharap evaluasi rutin ini dapat menjaga desa tetap berada pada jalur ketangguhan yang konsisten.
Program Desa Tangguh Bencana (Destana) merupakan salah satu upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menganalisis dan mengurangi dampak risiko bencana di tingkat masyarakat, dengan mengedepankan paradigma PRB dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.




